Diamuk Massa, Satu Tewas, Dua Luka – Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, DEMAK- Aksi amuk massa terjadi di depan rumah tahanan (Rutan) Demak, Minggu (22/4/2018) dinihari sekitar pukul 02.15. Akibatnya, seorang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Pelaku pemalakan yang tewas diketahui bernama Burhanudin, 21, warga Dukuh Dombo RT 1 RW 2, Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung. Ia menemui ajal dengan luka parah di bagian kepala.

Sedangkan pelaku yang mengalami luka, yakni Alex, 24, warga Desa Gagatan, Kecamatan Bonang. Ia masih dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUD Sunan Kalijaga. Pelaku lainnya yang terluka adalah Saekhul Alim, 24, warga Dukuh Dombo RT 1 RW 2, Desa  Banjarsari, Kecamatan Sayung, dan Solikul Hadi, 21, warga Desa Ngasinan  RT 8 RW 10, Kecamatan Bonang. Sejumlah  pelaku lainnya berhasil lolos dari amuk massa setelah berhasil melarikan diri. Yakni, Amin, 21; Aji, 21, dan Hasan, 22, ketiganya warga Desa Gagatan, Bonang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika Ahmad Romadhoni, 33, warga Bangetayu Kulon RT 2 RW 8, Kecamatan Genuk, Semarang bersama istri dan kawan-kawannya sedang duduk-duduk dan minum kopi serta wedang ronde di Alun Alun Kota Demak, tepatnya di sekitar tulisan ikon Simpang Enam Demak. Saat itu, tiba-tiba mereka didatangi sekitar 4 orang yang kemudian melakukan pemalakan. Empat orang tersebut sebelumnya diketahui bergerombol di depan Rutan Demak. Mereka yang diduga melakukan pemalakan tersebut diketahui bernama Burhanudin, Solikul Hadi, Salekul Alim dan Alex.

Usai memalak korban, mereka kembali ke depan Rutan Demak. Mendapati adanya dugaan pemalakan itu, sekitar 50 pemuda yang berada di sekitar Alun-Alun Kota Demak langsung menghampiri para pelaku. Mereka langsung mengeroyok para pelaku ramai-ramai. Tak sedikit yang menimpuk para pelaku dengan batu dan benda keras lainnya. Nahas dialami Burhanudin. Ia tewas seketika setelah mengalami luka serius di bagian kepala.  Pun dengan temannya, Alex. Ia juga menderita luka parah di bagian kepala. Keduanya lalu dilarikan warga dan aparat kepolisian ke RSUD Sunan Kalijaga Demak.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, pihaknya hingga kemarin masih melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan pemalakan tersebut. “Demikian pula, untuk yang kejadian amuk massa juga masih dalam penyelidikan oleh petugas gabungan dari Satreskrim Polsek Demak Kota dan Satreskrim Polres Demak,” katanya.

(sm/hib/ida/JPR)