Didominasi Warga Bawean, Okupansi Hotel Naik – Radar Surabaya

Okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Gresik selama Lebaran lalu mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Para tamu didominasi warga kepulauan Bawean. 

Room Divison Manager Pesonna Hotel Gresik, Juan Olfrid Purba mengatakan, selama libur Lebaran tingkat keterisian kamar mencapai 65 persen.

“Dari total 110 kamar, hampir 70 kamar yang terisi tiap hari. Kondisi ini berlangsung sejak H+2 lebaran,”  kata Juan.

Dikatakan, mayoritas tamu yang menginap adalah warga Bawean yang mudik ke Gresik. Selain itu, kondisi mandeknya pelayaran Bawean ke Gresik akibat cuaca buruk menjadi berkah bagi Pesonna Hotel.

“Kondisi cuaca buruk laut Bawean membuat tamu tinggal lebih lama (long stay) di hotel,” katanya.

General Manager Azana Saptanawa Hotel Gresik, Dede Rachman Sudjana menuturkan, momen Idul fitri membuat tingkat okupansi lebih tinggi daripada bulan sebelumnya. Bulan Mei lalu, okupansi hotel berada di angka 40 persen, namun saat Idul Fitri naik sampai 70 persen.

“Momen hari raya okupansi lebih 70 persen. Hampir dua kali lipat dari kondisi okupansi sebelumnya,” katanya.  Tingkat okupansi Lebaran ini juga lebih tinggi dari tahun lalu.

 “Libur Lebaran ini, berbarengan dengan libur anak sekolah,” kata dia.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Herry Siswanto  mengatakan untuk okupansi hotel yang paling meningkat secara signifikan terjadi pada hotel yang berada di kawasan destinasi wisata. “Misalnya, hotel di Batu dan Malang. Hotel yang dekat wisata mengalami lonjakan tinggi dengan angka  sampai 80 persen,” pungkasnya. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)