Diduga Korban Jambret di Jalan Arjuno, Ibu Dua Anak Tewas – Radar Surabaya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi perampasan yang menewaskan wanita yang akrab diapa Vivin ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario untuk membeli sejumlah bahan masakan di Pasar Kembang.

Korban mengenakan tas cangklong berisi sejumlah uang belanja. Diduga pelaku telah menguntitnya. Saat berada di lokasi dan posisi yang tepat, pelaku mencoba merampas tas korban dengan cari menariknya. 

Mungkin karena tali tas cukup kuat, pelaku gagal menguasai tas milik korban. Sebaliknya tarikan tersebut, membuat korban terjatuh dari motor hingga akhirnya pengusaha catering itu tewas di lokasi kejadian. Pelaku diduga kabur setelah melihat korban terjatuh. 

Imam salah satu pemilik warung kopi di dekat lokasi mengatakan tak tahu persis kejadian itu. Dia hanya mengetahui setelah sejumlah warga dan pengendara ramai di lokasi. Namun menurutnya lokasi Arjuno memang sepi. “Meski tak tahu pasti, namun memang jam segitu rawan. Sebab beberapa kali kasus perampasan terjadi di area ini,” ungkapnya. 

Dugaan Vivin menjadi korban perampasan juga diakui keluarganya. Kakak ipar Vivin, Suria Patra Putra menyakini adiknya menjadi korban perampasan berdasar luka lebam di mata kiri korban. Luka lebam dipastikan karena pukulan. 

“Kalau terjatuh dari motor lukanya tidak membekas seperti ini. Kalau jatuh mestinya lukanya lecet-lecet memanjang,” ungkapnya. 

Selain itu, tali tas korban yang putus. Tas berwarna pink itu putus menyisakan dua helai benang. Besi pengaitnya juga patah. Seperti akibat ditarik secara paksa.  “Kalau terjatuh, kemungkinan tali tak sampai putus,” terangnya. 

Kanitreskrim Polsek Sawahan AKP Haryoko Widhi mengatakan bila kemungkinan besar korban kecelakaan. Pasalnya tas berisi uang Rp 2,5 juta milik Vivin masih utuh. “Kalau dijambret barang-barang berharga hilang. Ini masih ada,” kata Haryoko. (yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)