Diduga Mau Kencing Dekat Pura, Kakek Nyemplung Tukad hinggaTewas – Bali Express

Menantu korban, Ni Made Mawi menjelaskan, Subrata sengaja ke Denpasar untuk menengok cucunya. “Ia datang ke sini baru empat hari. Kondisinya memang sedang sakit stroke sejak sembilan tahun lalu. Tetapi ia bisa berjalan hanya saja tidak mau menggunakan tongkat. Kebetulan saya sedang masak di dapur, katanya sempat bilang mau jalan-jalan karena lama tidak kunjung datang saya cari di areal perumahan bahkan sampai ke jalan raya,” jelas Mawi ketika diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) di rumahnya, Banjar Pohmanis, Penatih Dangin Puri, Kamis (1/2).

Saat balik dari mencari ke areal perumahan bersama tetangganya, Mawi melihat sandal mertuanya itu berjejer rapi ada di pinggir sungai. Sehingga ia menduga Subrata tercebur ke sungai ketika akan kencing di sana. Mawi juga mengaku mertuanya itu juga bilang akan meninggal sama suaminya.

“Katanya bilang ‘asane kal enggal mati daripada sakit kene makelo’ maka dijawab sama suami saya tidak boleh ngomomg gitu mati sudah ada yang ngatur,” urainya.

Mawi juga mengaku sebelumnya mertua ia tersebut sempat bermain dengan cucunya di halaman rumah. Bahkan  Mawi juga mengtakan sempat memberikan jajan tumben tidak mau dimakan. Terlebih juga sehari sebelumnya saudara kandung Subrata sendiri meninggal dunia. Namun ia sendiri tidak tahu karena sedang berada di Denpasar.

“Ini ipar saya sempat menunjukkan foto kalau saudaranya di rumah meninggal dan malamnya langsung dikubur Rabu malam. Mungkin ia kepikiran dan terganggunya psikologi dia,” imbuh Mawi.

Pada tempat yang berbeda, di dekat lokasi diduga terceburnya Subrata, Perbekel Desa Penatih Dangin Puri, I Wayan Kamar mengatakan sungai tersebut adalah Tukad Campuh. Di utara tempat ditemukan sandal korban merupakan sebuah pura yang berada di pinggir sungai dan tegalan warga. Ia sendiri mengaku lokasi tersebut memang agak rawan, terlebih  di antara jalan dan sungai tidak ada pembatas.

“Ya ini kan musibah namanya di samping itu korban juga baru empat hari di sini. Kemungkinan perlu beradaptasi sama wilayah sekitar sini. Makanya perlu hati-hati terlebih jika mau kencing dari atas sungai yang cukup rawan ini. Kalau dilihat airnya tidak terlalu deras, kemungkinan awalnya ia terpeleset,” jelas Kamar.

Pada tempat yang sama, salah satu tim Basarnas yang mengaku bernama Dika, mayat Subrata ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi diperkirakan terceburnya. Selama tiga jam pencarian mayatnya ditemukan tersangkut pada pohon lantoro yang ada di sebuah jembatan penghubung sebuah villa desa setempat. Ia sendiri mengungkapkan mayat Subrata sendiri sudah mulai kaku. 

(bx/ade/bay/yes/JPR)

Source link