Diduga PSK, Delapan Perempuan Diamankan – Radar Bojonegoro

Operasi tersebut digeolar secara gabungan dari Bakesbangpol, Satpol PP, dan Garnisun. ‘’Juga kita amankan 12 botol bir, satu botol arak, lima botol toak, serta dua jeriken toak.

Saat ini (kemarin,Red) masih kita lakukan pendataan dan pembinaan di Kantor Satpol PP,’’ kata Kepala Satpol PP Lamongan, Bambang Hadjar Purmono kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (27/2). 

Menurut dia, operasi tersebut dilakukan di tiga kecamatan, Paciran, Solokuro, dan Laren. Sasarannya beberapa warung yang diduga untuk kegiatan prostitusi dan minum-minuman keras. Antara lain, warung di Desa Tlogosadang Kecamatan Paciran, Warung Rustik dan Kisin di Desa Tebluru Kecamatan Solokuro, serta Warung Lilis Desa Gampangsejati Kecamatan Laren.

Kasi Pengendalian Dan Operasi (Dal-Op) Satpol PP Lamongan, Bambang Yustiono menambahkan, perempuan yang diamankan tersebut membuat surat pernyataan bermeterai. Isinya, mereka tidak melakukan kegiatan yang melanggar peraturan daerah (perda). ‘’Jika nantinya terbukti melanggar, mereka akan ditindak sesuai perundang-undangan yang berlaku,’’ terangnya.

Kepala Bakesbangpol Lamongan, Sudjito menjelaskan, operasi itu sebagai tindak lanjut atas keluhan kalangan ulama terhadap menjamurnya warung yang diduga terdapat praktik prostitusi dan minum minuman keras WTS. ‘’Operasi tersebut juga untuk meminimalisasi penyakit masyarakat (pekat),’’ tukasnya.

Dia mengungkapkan, saat operasi ada fakta baru, yakni ditemukan maraknya peredaran miras dan karaoke berkedok warung. Diduga ada aktivitas negatif di warungwarung tersebut. Indikasinya, pemilik dan pekerja warung mayoritas dari luar Lamongan.

Bahkan satu pemilik warung diduga juga berpraktik mucikari. ‘’Kalau didapati lagi pemilik warung mempekerjakan PSK, maka akan kita tindak tegas,’’ tandasnya. Meski mendapatkan hasil, Sujito mengaku mencium operasi tersebut bocor.

Indikasinya, di warung-warung itu terdapat kamar-kamar yang diduga digunakan tempat esek-esek. Namun saat operasi, kondisinya kosong. ‘’Banyak warung dan kamar tidak ada orangnya. Ada kemungkinan operasi bocor,’’ tukasnya. Dia mengaku akan melakukan rapat bersama instansi terkait, mengantisipasi kebocoran saat operasi. ‘’Pemerintah kecamatan juga perlu melakukan pengawasan, agar lebih efektif,’’ ujarnya.

(bj/ind/feb/faa/JPR)

Source link