Digendam saat Antar Suami Berobat, Perhiasan Puluhan Juta Raib – Radar Bromo

TKP: Di masjid As-Syifa yang ada di lingkungan RSUD dr R Soedarsono inilah, korban diminta untuk melepaskan perhiasannya.
(Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PURWOREJO – Puji Rahayu, 50, warga Desa Petung, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan ketiban apes. Ia menjadi korban gendam empat orang yang tidak dikenalnya saat mengantar suaminya kontrol di RSUD dr. Soedarsono (RS Purutrejo) Kota Pasuruan, Senin (2/7). Akibatnya, 10 gelang emas senilai Rp 50 juta milik korban raib digondol pelaku.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.30. Saat itu, Puji –sapaan akrabnya– tengah menunggui suaminya yang diperiksa dokter di poli syaraf. Saat menunggui suaminya itu, ia dipanggil pelaku.

Kepada korban, pelaku berpura-pura punya keahlian menyembuhkan penyakit melalui metode alternatif. Puji sendiri meladeni omongan pelaku. Ia menduga, pelaku merupakan salah satu teman sang suami.

Korban kepincut karena pelaku menjanjikan kesembuhan untuk penyakit sang suami. Diduga, saat itu korban berada di bawah alam sadarnya. Ia lantas meminta izin pada anaknya untuk keluar rumah sakit dengan alasan membeli sesuatu.

Ternyata, pelaku menggiring korban menuju Masjid As Syifa di lingkungan RSUD setempat. Di belakang pelaku dan korban, ternyata ada dua orang pelaku lainnya. Masing-masing pria dan wanita. Di Masjid As Syifa, korban sudah ditunggu seorang pria memakai sorban dan peci.

Saat itulah, pelaku perempuan yang tadinya berjalan di belakang korban, membisiki Puji bahwa pria bersorban itu adalah kiai asal Jombang yang hebat. Kemudian, Puji diminta untuk melepaskan perhiasan gelang yang dipakainya dengan alasan agar tidak hilang. Perhiasan ini lantas dimasukkan ke dalam kain batik.

“Korban mengiyakan permintaan pelaku. Setelah perhiasannya dimasukkan ke dalam kain batik, ia diberi perhiasan dari plastik. Ia baru menyadari hal ini usai tiba di ruang inap Tulip,” kata Sekuriti RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan Herri S.

Setelah itu, korban kemudian menuju ruang Tulip. Di ruang Tulip itu, ada keluarganya yang dirawat. Korban datang ke rumah sakit tidak hanya mengantar suaminya kontrol, melainkan juga menjenguk keluarganya yang sedang dirawat.

Humas RSUD dr. Soedarsono dr Luciana mengamini adanya peristiwa yang menimpa salah satu pengunjung. Ia berharap, agar peristiwa ini tidak kembali terulang. Karena itu, Luciana meminta pada keluarga pasien untuk tidak membawa barang berharga yang terlalu mencolok perhatian.

“Kami sebenarnya sudah memberikan imbauan pada kelurarga pasien untuk tidak memakai perhiasan berlebihan. Ke depannya, kami sudah meminta pada sekuriti untuk semakin memperketat pengawasan. Terutama pada jam rawan,” jelasnya.

(br/riz/fun/fun/JPR)

Source link