Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang Rumah Warga Ambruk – Bali Express

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, bangunan yang terdiri dari kamar tidur dan dapur tersebut roboh sekitar pukul  08.00. Saat itu, hujan deras disertai angin kencang memang terjadi di wilayah Pupuan dan sekitarnya. Tiba-tiba saja, bangunan semi permanen roboh. Beruntung saat kejadian, penghuni rumah sedangkan pergi ke kebun dan ada yang pergi ke sekolah. Diduga kondiri rumah yang sudah lapuk membuat bangunan tak kuat menahan guyuran hujan dan terjangan angin.

Menurut Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika pihaknya sudah turun ke lapangan, dan diketahui bahwa bangunan roboh di akibatkan karena angin kencang dan hujan deras yang melanda Pupuan. “Disamping itu kondisi bangunan juga memang sudah banyak yang lapuk, sehingga mudah roboh,” ujarnya yang dikonfirmasi terpisah.

Ia menambahkan, sementara korban akan tinggal di bangunan miliknya yang lebih kecil, karena seluruh perabotan dan pakaian korban tertimbun reruntuhan. BPBD Tabanan dan Dinas Sosial Tabanan juga telah membantu keperluan logistik berupa beras, makanan, selimut serta keperluan perabotan rumah tangga. “Anggota sudah ke lapangan untuk mengirim bantuan keperluan logistik dari BPBD dan Dinas Sosial, karena korban juga kategori masyarakat kurang mampu. Dan korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 40 Juta,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kelian Dinas Banjar Asah Tegeh, I Wayan Muliastra menyebutkan bahwa korban termasuk keluarga kurang mampu. Dimana dalam satu Kepala Keluarga (KK) ada  5 orang anggota keluarga.

Dan karena bangunan berukuran 6 x 5 meter telah roboh, maka korban beserta keluarganya sementara tidur pada bangunan rumah yang lebih kecil. “Sebelumnya, mereka semua tidur di bangunan yang roboh itu, mereka tidur berlima dengan dibuat sekat,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika peristiwa itu terjadi, korban sudah pergi bekerja ke sawah dan ada yang pergi ke sekolah. Kemudian anak Balita korban Nengah Winarta yang berusian 6 bulan diajak keluar oleh sang ibu. Sementara ayah Nengah Winarta, I Ketut Gunuk yang biasanya berada di kamar saat itu kebetulan sedang memperbaiki sabit diluar rumah. “Bersyukur sekali tidak ada korban jiwa, karena aktifitas pagi di dapur juga sudah selesai,” sambungnya.

Dan sebelum roboh, pihaknya sudah sering kali mengajukan usulan agar  rumah milik Nengah Winarta mendapatkan bantuan bedah rumah. Baik diajukan ke Provinsi maupun di Kabupaten hanya saja belum terealisasi hingga sekarang. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link