Dijadikan Cawagub, Sudikerta Temui Pastika, Agung Laksono hingga Luhut – Bali Express

Menurut informasi yang dirangkum Koran ini, Sudikerta terus melakukan perjuangan. Yang pertama adalah berjuang untuk tetap bisa menjadi Cagub (Calon Gubernur), kemudian berjuang untuk bisa nantinya jika tidak jadi Cagub, memilih menyerahkan amanat ke pihak untuk menjadi Cawagub. Sesuai nama yang disetor sebelumnya, yaitu Mantan Bupati Karangasem Wayan Geredeg, Anggota DPR RI Agung Adhi Mahendra dan Sumarjaya Linggih. Tiga nama ini adalah pengurus DPP Golkar.

“Pak Sudikerta masih terus berjuang, masih terus melakukan lobi – lobi. Tujuan pertama tetap ingin bisa jadi Cagub, dan Golkar bisa mengusung calon sendiri. Kemudian  jika tidak diberikan Cagub, Sudikerta ingin agar bisa kader lain jadi Cawagub. Sesuai dengan tiga nama yang diserahkan,” sebut sumber dekat Sudikerta kemarin.

Dia mengatakan, bahwa sejak Selasa lalu (2/1) sudah melakukan pertemuan – pertemuan dengan tokoh. Infonya bertemu dengan Agung Laksono, yang kebetulan ada di Bali. Agung Laksono, yang adalah salah satu tokoh sentral Golkar sudah juga memberikan masukan – masukan kepada Sudikerta.

Kemarin Sudikerta juga sudah bertemu dengan tokoh sentral Golkar lainnya, Luhut Panjaitan yang adalah Menko Maritim. Jaringan terdekat Presiden Jokowi. Luhut juga berada di Bali, sedang berada di rumah pribadinya di daerah Cemagi, Badung.

“Pak Luhut kebetulan di Bali, di Villanya di daerah Cemagi Badung. Pak Sudikerta sudah bertemu tadi (kemarin),” jelasnya.

Sudikerta masih berjuang, agar bisa nantinya lewat Luhut komunikasi ke jajaran DPP Golkar lebih cair dan bisa nantinya sesuai harapan Sudikerta menjadi Cagub. Atau tidak dipaksa menjadi Cawagub. “Kalau Pak Sudikerta kan semua tahu, tak pernah patah arang. Tetap semangat,” imbuhnya.

Selain itu, Sudikerta juga kemarin pagi – pagi konsultasi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk mendapatkan juga arahan – arahan terkait dengan kondisi politik yang menimpanya. Sebenarnya Sudikerta sudah harus bertemu Made Mangku Pastika pada Selasa (2/1) namun baru bisa bertemu Rabu kemarin. Komunikasi politik sudah terjadi antara Gubernur dan Sudikerta. Tetap arahnya minta pandangan, terkait langkah apa yang harus ditempuh Sudikerta dengan situasi ini.

Dikonfirmasikan ke Sudikerta, terkait dengan gerilyanya sekilas membenarkan. Namun tidak mau merinci. Dia mengatakan bahwa dirinya tetap semangat. “Ya, komunikasi dengan jajaran tokoh tetap dibangun. Dengan semualah, tokoh – tokoh. Dan saya tetap semangat, tetap berjuang untuk terbaik bagi arah perjuangan politik saya,” jelas Sudikerta.

Wakil Gubernur Bali ini mengatakan, bahwa walaupun banyak intrik politik, namun dia tetap didukung keluarga untuk semangat dan tetap terus berjuang. “Keluarga terus menguatkan, untuk saya terus berjuang dan tetap kuat,” katanya.

Polemik ini mendapatkan perhatian serius oleh salah satu pendiri Golkar Ida Cokorda Pemecutan. Baginya keputusan yang diambil oleh pimpinan Golkar adalah keputusan yang keblinger. “Ini keputusan keblinger, keputusan ini sangat keblinger. Aneh jajaran pimpinan Golkar malah mengambil keputusan tanpa mekanisme yang jelas, seperti ini,” tegas Mantan Ketua DPRD Badung tiga perode ini.

Politisi yang duduk sebagai Ketua DPRD Badung di umur 26 tahun ini mengatakan, keputusan menurunkan kelas Sudikerta dari Calon Gubernur menjadi Calon Wakil Gubernur adalah keputusan yang sangat aneh. Yang pertama tidak melalui mekanisme dan melabrak keputusan sebelumnya. Sudikerta jadi Cagub dan sudah memegang rekomendasi atas dukungan kompak jajaran pengurus di seluruh Bali. Hingga sudah melakukan deklarasi.

Selanjutnya malah tidak ada langkah sejak awal, malah langsung mau dijadikan Cawagub. “Ini kan aneh. Satu melecehkan kader sendiri dengan perlakukan seperti ini. Melecehkan dan menyakiti Sudikerta, kemuadin malah mendukung non kader,” tegasnya.

Bagi Cokorda Pemecutan, mesti tetap ada langkah – langkah yang jelas sesuai dengan mekanisme dan tatanan partai. “Jika seperti ini lama – lama marwah partai Golkar akan redup. Bagaimana tidak, kader yang bekerja dan sudah mengabdi di partai, malah langsung diperlakukan seperti ini. Dipaksa jadi Cawagub, dengan rekomendasi Cagub,” sentil mantan Anggota DPR/MPR RI ini.

Baginya tidak telat, untuk melakukan kajian yang lebih matang. Ketimbang nanti malah setelah dipaksa akan hasilnya tidak bagus. Sehingga mending dilakukan pembahasan lebih mendetail. Untuk nantinya bisa mengarahkan alur kebijakan partai sesuai dengan rekomendasi sebelumnya, yaitu Sudikerta Cagub.

“Sudikerta juga jangan sampai menyerah terus berjuang. Saya dukung perjuangannya, jangan malah mau kalah dengan permainan kawan sendiri yang ingin jadi calo dalam Pilgub,” pungkasnya. 

(bx/art/ade/ras/yes/JPR)

Source link