Dijual Murah, Rokok Ilegal Marak – Radar Bojonegoro

Kabid Perdagangan Disdagkop dan UKM Blora Jasmadi mengatakan, tersebar luasnya rokok ilegal karena harganya lebih murah. Satu bungkus, pembeli bisa mendapatkan rokok seharga Rp 5.000. Sedangkan, rokok resmi harganya bisa dua kali lipat. 

Rokok resmi menurut Jasmadi, memiliki pita cukai dari Bea Cukai. Satu batang rokok saja cukainya Rp 375. Jika satu bungkus rokok berisi 14 batang, tentu tidak mungkin harganya hanya Rp 5.000. Belum lagi dihitung ongkos kirim dan bungkus rokoknya. “Maka itu (rokok murah, Red) jelas rokok ilegal,” tegasnya.

Kebanyakan penjualan rokok ilegal, kata dia, dijual di warung-warung pinggiran. Juga, kios dan pasar. Hanya, mereka lebih tertutup dan tidak jual terang-terangan. Mereka baru mengeluarkan saat ada pembeli. “Tapi rokok ilegal tidak berani jual di pasar kota,” imbuhnya

Banyaknya penemuan, menurut Jasmadi, rokok ilegal itu tidak ada yang diproduksi di Blora. Kebanyakan didatangkan dari luar Blora, seperti Jawa Timur dan kabupaten/kota sekitar Blora. 

Disdagkop hanya bisa memberikan pembinaan dan arahan kepada penjual agar tidak menjual rokok ilegal. “Kalau rokok kami amankan ini semua bukan kami sita. Tapi ini kami beli,” ujarnya seraya menunjukkan ratusan bungkus rokok ilegal yang disita.

Rokok yang disita itu, diambil sampelnya dan dilakukan uji kadar tart dan nikotin di Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Solo. “Ini masih kami ajukan ada 10 jenis rokok, saat ini masih belum keluar hasilnya,” imbuhnya.

(bj/fud/rij/bet/JPR)

Source link