Dikeroyok, HP dan Kunci Motor Dirampas – Radar Surabaya

Aksi pengeroyokan dan perampasan kembali terjadi. Jika sebelumnya, pelaku diamankan oleh Polsek Buduran, giliran kejadian tersebut terjadi di wilayah Polsek Sidoarjo. Kali ini kejadian tersebut menimpa Rahmat Nur Ali, 17, warga Dusun Beciro RT 6 RW 2, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.

Korban mengalami luka di wajah. Ponsel miliknya dirampas oleh pelaku yang diduga berjumlah 14 orang.

Orang tua korban, Kasan, mengatakan, setelah kejadian tersebut dua orang di antaranya sempat diamankan warga setempat. Mereka dibawa ke rumahnya dan dilaporkan ke Polsek Sukodono. Polisi yang mendatangi rumah korban menanyai kedua terduga pelaku berinisial F dan R yang masih berusia 16 tahun.

“Mereka mengaku bersama temannya mengeroyok anak saya. Tapi, mereka hanya bertugas mengawasi 12 pelaku lain yang melakukan pengeroyokan dan perampasan,” jelas Kasan, Senin (28/5).

 Saat kejadian, Minggu (27/5), anaknya, Rahmat, bersama temannya hendak pulang sekitar pukul 02.00 usai bermain futsal di Kecamatan Sidoarjo. Saat pulang, korban berboncengan dengan temannya, Rizal. Teman lainnya bernama Yusril mengendarai sepeda motor sendirian. Sesampainya di depan makam Pucang, tiba-tiba laju kendaraannya di potong oleh 14 orang yang mengendarai sepeda motor.

Korban yang terkejut menghentikan laju kendaraannya. Tiba-tiba pelaku turun dan langsung memukul korban. Teman korban yang ketakutan langsung lari meminta pertolongan warga. Pelaku tidak hanya memukuli korban, tapi juga merampas ponsel miliknya serta kunci sepeda motor korban. Beruntung, sebelum sempat mengambil sepeda motornya pelaku ketakutan dengan kehadiran warga sekitar lokasi.

Saat itu berhasil diamankan dua orang yang diketahui berinisial F dan R. Mereka sempat ditanya warga sekitar lokasi. “Anak saya langsung menelepon dan mengabarkan jika ia menjadi korban begal di Pagerwojo. Saya langsung ke lokasi dan membawa ke dua orang pelaku ke rumah. Kami akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sidoarjo keesokan paginya,” jelasnya.

Kasan mengatakan, dua orang yang diamankan tersebut sempat mengakui jika ia masih satu gerombolan dengan 12 orang lainnya yang mengeroyok anaknya. Dari pengakuan F dan R ini, diketahui ke-12 anak lainnya mulai dari nama dan alamatnya. “Saya sudah serahkan ke polisi. Saya minta kasus ini diusut tuntas,” harapnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Sidoarjo Ipda Sukarno menuturkan, pihaknya sudah mendapat laporan bahwa pelaku dan korban telah didamaikan oleh perangkat desa masing-masing. “Sudah damai, tidak ada masalah. Ponselnya juga sudah dikembalikan,” katanya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)