Kepala Cabang Auto 2000 Manyar, Hendy Surja Setijawan mengatakan, kendati kebijakan tarik ulur, namun pebisnis otomotif kebijakan menganggap positif. Sebab, kendaraan yang tidak lolos uji emisi akan dikenai pajak setiap tahunnya.

“Secara otomotis kebijakan ini akan membuat orang berfikir untuk membeli kendaraan baru atau kendaraan yang tahun pembuatan lebih muda,” ujarnya.

Dikatakan, tidak semua diler di Gresik memiliki alat uji emisi. Hanya diler besar saja, kata Hendy, yang mempunyai fasilitas ini. “Kebijakan ini akan membawa multiplayer effect terhadap jumlah entry servis pada diler,” imbuhnya.

Dijelaskan, Auto 2000 Manyar memiliki bengkel dengan kapasitas servis hingga 35 hari. Selama ini, rata-rata jumlah entry servis di diler Auto mencapai 5 sampai 22 unit perhari.

Hal senada diungkapkan, Kepala Cabang PT Srikandi Indah Diamond Mitsubishi, Hendra Cahya. Dia mendukung kebijakan ini diterapkan karena banyak kendaraan khususnya truk yang beroprasi di jalanan tidak memenuhi standart uji emisi. “Kebijakan ini tentu akan mendorong penjualan truk maupun pickup baru di Gresik,” imbuh Hendra.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Faisal Andy mengungkapkan, penerapan kebijakan cukai emisi kendaraan untuk meningkatkan kualitas udara.

“Jika kebijakan ini jadi diberlakukan, setiap pemilik kendaraan bermotor wajib untuk melakukan uji emisi kendaraan setiap tahunnya,” kata Faisal. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

Source link