Dinilai Peduli Pendidikan, PGRI Beri Award untuk Anas – Radar Banyuwangi

SIDOARJO – Bupati Abdullah Azwar Anas mendapat kado istimewa pada momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2017. Dinilai memiliki kepedulian yang tinggi pada dunia pendidikan, Anas dianugerahi penghargaan  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Award 2017.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Pusat Unifah Rosyidi pada acara Peringatan HGN yang digelar Gelora Delta Sidoarjo kemarin (26/11). Peringatan HGN yang dihadiri 35 ribu guru se-Jatim tersebut juga dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo.

Unifah mengatakan, pemerintah daerah merupakan partner PGRI dalam peningkatan kualitas guru. ”Setiap tahun kami memberikan penghargaan kepada daerah yang memiliki kepedulian pada pendidikan,” kata dia.

Unifah menuturkan, sebelum memberikan ‎penghargaan, PGRI melakukan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Banyuwangi ‎telah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh PGRI.

Dijelaskan, di bawah kepemimpinan Anas, Banyuwangi melakukan banyak inovasi di bidang pendidikan. Banyuwangi menggelontorkan dana sebanyak Rp 1,3 triliun untuk pendidikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017.

Selain itu, berbagi inovasi seperti beasiswa Banyuwangi Cerdas, pemerataan tenaga pendidik hingga ke pelosok melalui ‎Banyuwangi Mengajar, peningkatan kualitas guru, dan berbagai inovasi lainnya, juga menjadi poin plus Banyuwangi. Bahkan sejak Oktober lalu, Anas menaikkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT). Dana insentif untuk guru honorer K2 naik hingga 3 kali lipat lebih, dari yang sebelumnya hanya Rp 300 ribu, menjadi Rp 1 juta per bulan.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan, selain memanfaatkan dana APBD, Pemkab Banyuwangi juga memiliki sejumlah program lain untuk menopang pendidikan. Salah satunya lewat program Siswa Asuh Sebaya (SAS). Melalui program tersebut, siswa yang mampu menyisihkan uang sakunya satu minggu sekali untuk diberikan kepada siswa lain yang kurang mampu. ”Sejak pertama kali diluncurkan pada 2011, program SAS berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 12,8 miliar dengan lebih dari 20.000 siswa,” kata dia.

Anas menuturkan, raihan PGRI Award akan semakin memberi semangat Pemkab Banyuwangi untuk terus memajukan dunia pendidikan. ”Pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan,” ujarnya.

Karena itu, imbuhnya, nasib guru harus mendapat perhatian. Itulah sebabnya insentif GTT dinaikkan. ”Kenaikan insentif ini sebagai bentuk reward atas kerja keras para guru yang telah memberikan karya nyata,” ujar Anas.

Pada beberapa kesempatan Anas mengatakan, keputusan menaikkan insentif ini diambil seiring naiknya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi. Pada tahun 2016, PAD Banyuwangi ditarget sebesar Rp 353,26 miliar. Namun, realisasi PAD di tahun yang sama ternyata melampaui target, yakni mencapai Rp 367,8 miliar. Sedangkan pada Perubahan APBD 2017, PAD Banyuwangi ditarget sebesar 460 miliar dan hingga pertengahan November telah terealisasi sebesar Rp 326,47 miliar. Sedangkan tahun depan PAD ditarget sebesar Rp 527 miliar.

Source link