Dinkes Tambah 4 Ambulans Khusus Ibu Melahirkan – Radar Surabaya

SURABAYA – Pemkot Surabaya akan menambah jumlah ambulans khusus bagi ibu melahirkan. Ambulans bernama Neonatal Emergency Transport Net (NETS) yang saat ini masih ada satu unit direncanakan akan ditambah lima unit.
Kepala Dinkes Surabaya drg Febria Rachmanita mengatakan, NETS dikhususkan untuk menjemput dan membantu persalinan bagi pasien yang akan atau yang sudah melahirkan bayi di bawah normal atau berat badan lahir rendah (BBLR). Saat ini satu ambulans sudah beroperasi pada 2017. “Fungsinya sangat penting karena untuk mengurangi angka kematian bayi,” ujarnya, Jumat (19/1).
Pada tahun 2017, jumlah bayi yang meninggal dunia sebanyak 200 bayi. Bayi meninggal tersebut karena BBLR. Kondisi ibu yang tidak normal dan terlambat penanganan saat kritis menjadi salah satu penyebab kematian. Saat ini ambulans yang ada sudah pernah menangani 42 ibu melahirkan dengan selamat.
Dia menambahkan, ambulans yang beroperasi sejak tahun 2017 ini merupakan satu-satunya kendaraan layanan kesehatan pertama di Indonesia. Ambulans tersebut akan dijadikan pilot project di beberapa kota lainnya. “Termasuk kita akan tambah lagi jadi lima unit,” imbuh wanita yang Akrab disapa Feni ini.
Saat ini mobil ambulans NETS hanya berpusat di RSUD dr Soewandhie. Dengan tambahan empat ambulans lagi maka akan stand by di rumah sakit Budi Dharma Husada dan sejumlah puskesmas.
Fasilitas yang berada di dalam ambulans NETS sudah lengkap. Di antaranya inkubator beserta kelengkapan alat dan obat, ventilator, peralatan dan obat untuk resusitasi bayi baru lahir, termasuk jackson rees dan T piece resusiator.
Dinkes juga menyiapkan tenaga medis yang handal dan terlatih saat menangani persalinan ibu yang melahirkan bayi BBLR. Melalui pelatihan yang diikuti tenaga medis RSUD dr Soewandhi dan tenaga ahli medis puskesmas se-Surabaya selama satu minggu. (vga/nur)