ANTRE: Masyarakat harus rela menunggu demi mendapatkan operasi katarak secara gratis yang digelar Dinkes Tulungagung.
(AGUS DWIYONO/ RATU)

TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungaung menggandeng Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur (Jatim) untuk menggelar operasi katarak gratis di Rumah Sakit Dharma Medika, kemarin (29/4). Ada 155 pasang mata dilakukan operasi dalam kegiatan tersebut yang diikuti kepada masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinkes Tulungagung Mochamad Mastur mengatakan, bakti sosial bertujuan menekan dan mengurangi angka penyakit katarak di Kota Marmer. “Hasil survei tim kami, di Tulungagung ada sekitar 3 ribu penderita katarak,” jelasnya.

Dengan demikian, operasi katarak wajar jika setiap setahun sekali digelar. Bahkan, tahun ini direncanakan operasi katarak gratis hingga empat kali. Operasi pertama di Rumah sakit Dharma Medika. “Tahun-tahun kemarin di puskesmas. Tahun ini di rumah sakit. Itu dimaksudkan agar pelayanan terhadap penderita katarak lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Meski operasi katarak pertama kali di rumah sakit, pada kesempatan kedua kali dan selanjutnya tidak menutup kemungkinan akan menggandeng rumah sakit lain untuk melaksanakan kegiatan serupa. “Nanti dapat berubah lagi tempatnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pendaftar awal penderita katarak ada 500 pendaftar. Setelah dicek ulang, 155 penderita yang bisa ikut. “Yang lain berarti belum memenuhi syarat ikut operasi, misalkan masih gejala dan lainnya. Semua gratis dan tidak ada pungutan biaya,” ungkapnya.

Dari pendaftar operasi katarak, tidak semua langsung diterima. Diperlukan skrining di puskesmas masing-masing. Jika lolos, akan dibawa ke rumah sakit untuk skrining lagi. “Nanti kalau sudah sampai rumah sakit dilakukan skrining lagi. Jika lolos, langsung dioperasi. Berarti itu sudah layak dan memenuhi standar,” jelasnya.

Jika dirinci, 155 peserta yang sudah operasi katarak, sebelumnya skrining di tempat masing-masing. Yakni di Puskesmas Kota sebanyak 9 peserta, Campurdarat 10 peserta, Ngunut 11 peserta, Karangrejo 12 peserta , dan dinkes 20 peserta.

Dia mengaku jika pendaftar yang ikut operasi katarak melonjak. Biasanya mampu menerima 70 hingga 80 pasien. Namun kini satu hari bisa menyelesaikan 155 pasien penderita katarak. “Biasanya kurang dari 100, sekarang 150 lebih,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk Perdami Jatim. “Pendanaan dari kami. Kalau mengenai dokter, alat, dan obat, itu semua dari Perdami Jatim,” ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu cara sosialisasi menekan penyakit katarak, yakni melalui penderita yang sudah operasi. “Yang jelas yang sudah operasi, kami suruh mengajak teman, tetangga, saudara, untuk melakukan operasi. Kalau sudah ada buktinya dan sudah jelas, mereka langsung percaya,” ujarnya. (yon/ed/din)

(rt/ang/ang/JPR)