Dipicu Gagal Panen dan Stok Menipis, Harga Beras mulai Naik – Bali Express

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di Pasar Banyuasri, Selasa (9/1), harga beras kelas premium yang awalnya Rp 245 ribu per 25 kilogramnya naik menjadi Rp 285 ribu. Sedangkan, untuk ecerannya berkisar antara Rp 11 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogramnya sesuai jenisnya.

Kondisi inipun mulai dikeluhkan pedagang. Mau tidak mau, pedagang terpaksa menaikkan harga beras sesuai kondisi pasar. Dampaknya, pembeli yang biasa mencari beras dalam kemasan 10 kilogram terpaksa mengurangi jumlah permintaannya menjadi 5 kilogram.

“Sekarang harganya masih mahal, karena kondisi stok berkurang akibat belum panen raya. Biasanya bulan Februari baru panen raya. Sekarang kan masih dikit-dikit panennya” ujar Made Mariani, pedagang beras di Pasar Banyuasri.

Atas kondisi itu, Mariani selaku pedagang berharap agar pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga beras. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tak mungkin dirinya akan kesulitan menjual beras. “Kami berharap agar pemerintah segera turun tangan meninjau harga beras, biar kembali stabil seperti semula” harapnya.

Hal serupa dialami oleh pedagang beras Ketut Edi. Pria yang berjulan di Pasar Banyuasri ini menduga berkurangnya stok beras lebih diakibatkan faktor cuaca yang memasuki musim penghujan. “Sekarang kondisi penghujan membuat gabah kualitasnya kurang bagus, sehingga berasnya juga tidak sesuai harapan” kata Edi.

Saat ini Edi mengaku menjual beras dengan harga yang bervariasi tergantung kelasnya. Harga beras kelas medium misalnya menembus angka Rp 265 ribu per sak (25 kg). Sedangkan untuk beras super mencapai Rp 275 ribu per sak. Namun untuk beras kelas premium harganya tertinggi yakni Rp 285 ribu per saknya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Ketut Suparto tak menampik meningkatnya harga beras di pasaran. Pihaknya pun belum berani berspekulasi penyebab berkurangnya pasokan apakah disebabkan adanya penimbunan atau faktor cuaca.

“Itu sudah di atas HET (harga eceran tertinggi, Red). Ini karena pasokan berkurang. Mudah-mudahan tidak terjadi penimbunan. Jika sampai terjadi (penimbunan, Red) maka Satgas Pangan yang punya kewenangan untuk menindak” kata Kadis Suparto.

Sekarang, sambungnya pemerintah akan mendrop beras tersebut dari Bulog ke pasaran agar kembali ke harga HET. Pihaknya pun masih memantau perkembangan beras agar tetap dijangkau masyarakat.

“Kita pantau terus, minimal harganya terjangkau oleh masyarakat. Nanti Bulog akan drop beras di pasaran untuk menekan kenaikan, makanya kami data pedagang dan pengepul. Harganya kami harapkan bisa normal sesuai dengan HET yaitu Rp 12.250 per kilogram untuk kelas premium sedangkan untuk medium Rp 9.450” tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

Source link