Disdik Mantapkan Integritas Siswa – Radar Madura

Salah satu langkah disdik yaitu menggelar tryout di tingkat sekolah dasar (SD). Tryout saat ini berbeda dengan tryout biasanya. Sekolah tidak terlibat langsung dalam pembuatan soal karena di bawah kendali Disdik Pamekasan.

Tryout digelar secara sampel. Di tia kecamatan minimal ada tiga sekolah yang menjadi sasaran tryout. Pelaksanaannya pun dadakan. Pihak sekolah tidak mengetahui sebelumnya. Dengan demikian, sekolah termotivasi menyiapkan peserta didik dengan pembelajaran lebih maksimal.

KOMPAK: Keluarga besar  Disdik Pamekasan berfoto bersama guru dan kepala SDN Nyalabu Laok 2 kemarin.
(MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

Senin (19/2) rombongan Disdik Pamekasan memantau pelaksanaan tryout di SDN Nyalabu Laok 2. Di antaranya, Kepala Disdik Pamekasan H. Moch. Tarsun, Kabid Dikdas Rusdiyadi, Kasi Pembelajaran Fatimatus Zahrah, dan dan Kasi Kesiswaan HM. Marwi. Mereka memantau langsung saat siswa mengikuti tryout.

Kasi Pembelajaran Fatimatus Zahrah menjelaskan, tryout secara sampel digelar guna membangun kesadaran bersama dari pihak sekolah. Masing-masing sekolah berkompetisi untuk mengajar siswa agar berintegritas sehingga siap mengikuti unas secara jujur.

Langkah itu dilakukan karena disdik berkomitmen menyelenggarakan ujian nasional yang berintegritas. Sejalan dengan komitmen itu, disdik telah me-launching komitmen pelaksanaan UN/US berkualitas akhir 2017. Terobosan itu sudah disosialisasikan ke berbagai sekolah di kecamatan-kecamatan.

”Tryout sampel ini bagian dari langkah kami agar siswa siap mengikuti unas tanpa ada yang membocorkan kunci jawaban. Diharapkan ada kesadaran dari semua guru untuk maksimal mengajar dan menyiapkan peserta didik,” terangnya.

Moch. Tarsun menjelaskan, tryout merupakan realisasi dari komitmen disdik guna mewujudkan ujian berintegritas, khususnya di sekolah dasar. Sebab, SD masih menggelar UNKP yang rentan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu. ”Ini juga dalam rangka pesiapan UNBK pada tahun berikutnya,” paparnya.

Hasil tryout akan menjadi bahan evaluasi agar dilakukan pembinaan lebih lanjut. Akan ada rekomendasi kepada masing-masing kepala sekolah. ”Dengan beberapa kekurangan nantinya sekolah bisa lebih maksimal membina dan menyiapkan peserta didik,” jelasnya.

Rusdiyadi menjelaskan, tryout digelar guna meningkatkan mutu pendidikan dan mutu lulusan SD di Pamekasan. Dia khawatir, jika siswa SD tidak dibekali dengan tryout, mereka tidak siap mengikuti unas secara integritas. Dikhwatirkan, guru akan terlibat sebagai tim sukses unas.

”Kita komitmen agar nilai yang siswa poroleh murni berdasar kemampuan akademik mereka masing-masing. Kita latih mereka untuk jujur. Karena itu, mulai sekarang sekolah dan siswa kita beri arahan,” ujarnya.

(mr/sin/hud/han/bas/JPR)