Disenggol Bus, Pemotor asal Kauman-Bangil Luka Parah – Radar Bromo

BANGIL – Diduga melaju terlalu ke tengah, sepeda motor yang dikendarai Moch Hibatuoh, 14, warga Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, tersenggol bus Akas yang melaju searah. Akibatnya, motor jatuh dan pengendara mengalami luka parah di kepala.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Dermo, Bangil, Selasa (19/6) pukul 14.30. Saat itu, sepeda motor Yamaha Mio Soul Nopol N 4185 XT yang dikendarai korban melaju ke Timur. Korban membonceng adik kandungnya, Nabilatus Sholihah, 13.

Saat melintas di jalan itulah diduga sepeda motor melaju terlalu ke tengah. Nah, di saat yang sama, sebuah bus Akas melaju searah di belakangnya. Bus jurusan Banyuwangi nopol N 7389 US itu disopiri Sumito, 41, warga Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Bus sempat membunyikan klakson. Korban pun kaget dan motor melaju ke kiri. Saat itulah, motor terserempet bus Akas. Sopir bus pun banting setir ke kiri dan menabrak pohon.

Akibat menabrak pohon, kaca depan bus pun pecah dan ringsek di bagian kiri depan. Sedangkan, motor terjatuh ke kiri. Untungnya, pengendara motor tak sampai terlindas. Namun, korban luka parah di kepala. Saat itu, posisi kepala korban persis di depan roda kanan depan bus.

Akhmad Saikhu, 47, ayah korban menjelaskan, dia dan keluarganya beriringan naik tiga motor hendak ke Pekoren, Rembang untuk berkunjung ke saudara. Termasuk korban yang berboncengan dengan adiknya.

“Posisi saya agak jauh di belakang, saya lihat anak saya yang kecil melambai-lambai ke saya tapi sudah posisi jatuh,” terangnya.

Sedangkan korban tidak sadarkan diri. Korban langsung dibawa ke RSUD Bangil. Kondisi korban mengalami luka robek di telinga kiri, bahu kiri memar dan pendarahan di mulut. Sedangkan adiknya hanya mengalami luka lecet di lutut kiri.

Kanit Lantas Polsek Bangil Iptu Slamet Aji mengatakan, masih memeriksa TKP dan menanyai saksi-saksi terkait kecelakaan tersebut. “Sementara ini diduga karena motor berjalan terlalu ke tengah. Entah tersenggol atau siapa yang menyalip masih harus periksa TKP dan saksi-saksi dahulu,” ujarnya.

Sedangkan kondisi korban Moch Hibatouh sampai berita ini ditulis, belum sadarkan diri. Keluarga masih menunggu dokter spesialis syaraf untuk mengetahui luka di kepala.

“Ini lantaran saat kecelakaan helm pecah, namun kepala tidak apa-apa. Takutnya ada luka dalam,” ujar ayah korban.

Source link