Diserang Semut dan Ulat, Pohon Buah Naga Terpaksa Dibakar – Radar Banyuwangi

SRONO-Para petani buah naga tampaknya harus mulai waspada. Sebab, hama ulat bulu dan semut sudah mulai menyerang di Dusun Krajan, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Untuk sementara, para petani membasmi serangan hama itu dengan melakukan pengasapan. Itu seperti yang dilakukan Suryanto, 57, warga Dusun Krajan, Desa Kepundungan. “Yang diserang ulat dan semut itu bisa mati,” cetus Suryanto.

Menurut Suyanto, hampir semua tanaman buah naga miliknya yang ada di pekarangan rumah, kini telah diserang ulat dan semut. Gara-gara serangan itu, bunga buah naga layu dan tidak bisa berbuah segar. “Tanaman buah naga seluas  1/2 hektare diserang ulat dan semut,” katanya.

Untuk menjaga pohon buah naga, lanjut dia, maka ulat dan semut itu harus dibasmi, salah satunya dengan cara pengasapan.  Sebab, jika hanya menggunakan semprotan pestisida tidak akan mempan. “Pakai semprot hanya bisa mengusir, dan nanti kembali lagi,” ujarnya.

Suyanto menyebut, jika pohon buah naga yang diserang semut dan ulat bulu dibiarkan, maka bisa rusak dan mati. Jika sudah berbuah, buahnya juga akan berlubang-lubang dan tidak enak dimakan. “Kalau buahnya berlubang, pasti tidak enak dimakan dan tidak laku,” ungkapnya.

Petani buah naga lainnya, Arimin, 50, juga melakukan pengasapan pada pohon buah naga miliknya yang terserang ulat dan semut. Hanya saja, dia membakar sampah yang ada di dekat pohon buah naga. “Sampahnya diarahkan ke pohon buah naga, baru dibakar,” ujarnya.

Arimin mengaku sering melakukan pengasapan pada pohon buah miliknya itu. Tapi, serangan ulat dan semut masih banyak. “Kalau musim hujan gini memang banyak semut dan ulat bulu yang naik ke pohon buah naga,” kata warga Dusun Krajan, Desa Kepundungan itu.

Arimin mengaku memiliki tanaman buah naga seluas satu hectare. Dari lahan seluas itu, memang tidak semua diserang ulat dan semut. “Yang diserang ulat sekitar ¾ hektare, kadang saya semprot juga,” katanya.

Source link