Disidak Dewan dan Disdikbud, 75 Persen Siswa Masih Mogok Belajar – Radar Kudus

DUKUHSETI – Komisi D DPRD Pati beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati melakukan sidak di SDN 1 Penggung dan SDN Wedusan kemarin. Hasilnya, pembelajaran di SDN 1 Penggung sudah mulai normal. Sedangkan di SDN Wedusan masih ada 75 persen siswanya mogok karena menolak kepala sekolah baru.

Ketua Komisi D DPRD Pati Musallam Mas`ul mengatakan, pihaknya merespon gejolak mutasi dua SD di Pati yakni SDN 1 Penggung dan SDN Wedusan, Kecamatan Dukuhseti. Terlebih di SDN Wedusan hingga saat ini masih ada banyak siswa yang mogok sekolah.

Wali siswa dan siswa menolak Kepala SDN Wedusan yang baru menjabat, Purnomo. Penolakan itu lantaran dulunya yang bersangkutan pernah menjadi guru di SDN Wedusan. Selama mengajar di SD itu ada hal yang dirasa kurang baik sehingga menimbulkan trauma sebagian wali dari siswa yang dulunya diajar oleh guru bersangkutan.

“Kami sudah berdialog dengan para wali siswa di SDN Wedusan. Meskipun sudah kami bujuk, namun mereka bersikeras menolak kepsek yang baru. Mereka juga mengancam akan memindahkan anak-anak mereka dari SDN Wedusan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk SDN 1 Penggung sudah berangsur normal. Sebelumnya wali siswa tidak ingin kepsek lama Saekah dimutasi ke SD lain karena kinerjanya dinilai bagus. Di sekolah itu, wali siswa sudah mau sepakat menerima kepsek baru dan mengharapkan kualitas kepsek baru Kaharyanto tidak jauh berbeda dengan Saekah.

Siswa SDN 1 Penggung yang berhenti mogok juga tak lepas dari peran para guru. Mereka rela door to door meminta siswa supaya masuk sekolah lagi. Hal ini dibenarkan salah satu guru SDN 1 Penggung Turmudji.

“Jika tak kunjung sekolah, kasihan siswa karena tidak mendapat hak pendidikan. Apalagi ini siswa kelas VI sebentar lagi mau ujian,” ucapnya.

(ks/put/aji/top/JPR)