KAJEN–Dalam kurun waktu 7 bulan, telah ditemukan lima penderita penyakit rubella di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya ada di Kecamatan Kedungwuni. Lima penderita virus rubella tersebut adalah siswa yang masih sekolah di tingkat dasar.

Hal itu disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, saat menggelar acara Pencanangan Kampanye Imunisasi Campak (Measles) dan Rubela atau MR di Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Selasa (1/8) kemarin. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelaksanaan Kampanye Imunisasi dengan pemberian imunisasi secara masal dan serentak yang dimulai pada Agustus sampai dengan September 2017.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan, Setyawan, mengungkapkan bahwa pada tahun 2017 ini, baru ditemukan 5 orang penderita penyakit rubella yang semuanya anak-anak usia sekolah.

Kendati begitu, data penderita penyakit rubella pada tahun 2017 ini, sangat menurun drastis jika dibandingkan tahun 2016. Dimana pada bulan dan tahun yang sama, ditemukan 17 penderita penyakit rubella di Kabupaten Pekalongan.

“Karena itu, untuk memutus rantai penularan campak dan rubella, di Kabupaten Pekalongan dilakukan pemberian Imunisasi Campak (Measles) dan Rubela atau MR pada usia anak-anak, yakni usia anak 9 hingga 15 tahun,” ungkap Setyawan. 

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan, dr Sutanto Setiabudi, mengatakan bahwa tujuan imunisasi MR adalah untuk memutus rantai penularan penyakit campak dan rubella, sehingga anak-anak dan terutama ibu hamil dapat terlindungi dari penyakit tersebut. Karena dampak penyakit campak dan rubella sangat mengerikan, yakni dapat mengakibatkan kanker hingga cacat fisik, yakni jantung bocor bawaan dari bayi salah satu dari penderita rubella.

Menurutnya, sasaran imunisasi ini adalah anak usia 9 bulan hingga 15 tahun,  sebanyak 228.332 anak yang terdiri atas anak usia 9 bulan sampai 7 tahun sebanyak 89.993 anak, usia 7 tahun hingga 15 tahun sebanyak 138.166 anak, dan untuk kelompok anak tidak sekolah sejumlah 2.469 anak.

“Untuk bulan Agustus, imunisasi diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dari PAUD sampai Sekolah Dasar. Sedangkan untuk bulan September, untuk balita dan anak usia pra sekolah,” kata dr Tanto.

dr Tanto juga menegaskan bahwa pemberian imunisasi MR hanya diberikan sekali dalam seumur hidup. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan beberapa tempat seperti di Posyandu, PAUD, SD/MI dan juga di SMP/MTs/Pondok Pesantren.

Menurutnya, untuk mendukung pelaksanaan imunisasi serentak ini, Dinkes telah menyiapkan logistik dari Kementrian Kesehatan, yaitu berupa vaksin MR 28.542 vaksin, split ADS 0,5 ml, split 5 ml, safety box, dan vaksin carrier. Semua perlengkapan tersebut telah didistribusikan ke Puskesmas, sesuai dengan alokasi yang tersedia. Demikian pula untuk tenaga pelaksananya telah disiapkan baik supervisor, vaksinator, kader dan guru UKS.

“Untuk anak-anak yang tidak dapat hadir di Pos atau tertunda karena alasan medis akan dilakukan kunjungan oleh petugas kesehatan Puskesmas dan Kades. Sehingga diupayakan tidak ada anak yang tidak diimunisasi,” tegas dr.Tanto.

(sm/thd/ton/JPR)