Nelayan tertangkap saat Kapal Balibis 5007 milik Satpol Air Kalianget berpatroli. Penangkapan dilakukan di koordinat 07° 17’ 472’ S-113° 44’ 293’ T. Pak Kin menarik bagan apung dengan perahu. Dia diperiksa oleh personel Satpol Air Kalianget dan ditemukan sejumlah barang bukti berupa bom ikan.

Diduga, Pak Kin menggunakan bahan peledak. Polisi menemukan barang bukti seperempat kilogram potasium yang sudah dicampur, satu kantong plastik kecil  bubuk mesiu (TNT), 13 sumbu, 4 sumbu siap pakai, dan 10 botol kecil. Barang bukti lainnya, dua potong pipa kecil, satu set trafo, dan kabel colokan listrik, sebuah genset, gulungan kabel, lampu bagan, dan solar dua botol kecil.

Barang bukti tersebut diamankan beserta perahu tanpa nama yang digunakan Pak Kin. Hingga Selasa (9/1), dia menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Antara lain, Sunamin, Alfian Salija, Zainiah, dan Mai. Mereka dimintai keterangan tentang kepemilikan bahan-bahan peledak yang ditemukan polisi.

Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen yang diwakili Kasubbaghumas AKP Abd. Mukid membenarkan penangkapan nelayan tersebut. Kata dia, nelayan terjaring operasi rutin satpol air pada Minggu. ”Senin (8/1) kita bawa semua barang bukti ke Satpolair Kalianget sekitar pukul 06.00,” ungkapnya.

Saat itu dilakukan gelar perkara bersama Subdit Gakkum Satpolair Kalianget Polres Sumenep. Hasilnya, Pak Kin diduga menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya, menyimpan, dan akan menggunakan bahan peledak. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak.

”Kami akan melakukan penyidikan lebih lanjut. Kami bakal tindak lanjuti kasus ini sehingga tidak ada lagi nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom atau bahan peledak lainnya. Sebab, hal itu dilarang,” tandasnya.

(mr/fat/hud/bas/JPR)