Dituduh Punya Ilmu Santet, Warga Nguling Bacok Tetangga di Depan Anak – Radar Bromo

Informasinya, tindak pidana penganiayaan itu dipicu oleh Tohar, 36, yang menuduh Aliman sebagai dukun santet, Minggu (17/6) lalu. Hal itu kemudian didengar oleh Kepala Desa Kedawang, Suharto. Untuk mengantisipasi perselisihan, keesokan harinya kedua pihak itu kemudian dikumpulkan oleh jajaran pemerintah desa setempat. “Dari pihak pemdes sudah ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Bahkan, dalam pertemuan itu kedua pihak telah membuat surat pernyataan damai. Bahkan dihadiri pula oleh Bhabinkamtibmas Kedawang,” terang Kanitreskrim Polsek Nguling, Aipda Adji Anggoro.

Mulanya, perkara itu telah dianggap selesai. Namun ternyata, Aliman masih tak terima atas ucapan Tohar terkait tuduhan itu. Amarahnya memuncak. Ia pun tak mengindahkan surat pernyataan damai yang sebelumnya diteken. Sampai kemudian, Rabu sekira pukul 11.15, pelaku membacok Tohar.

Adji menambahkan, pembacokan itu dilakukan didepan rumah orang tua Tohar. Tepatnya di Dusun Lampean, desa setempat. Saat itu, Tohar memang membonceng anaknya dengan menggunakan motor. Sesampainya di rumah orang tuanya, ia lantas menurunkan anaknya dari motor.

Beberapa saat setelah menurunkan anaknya itulah, Aliman menghampirinya dari arah belakang. “Pelaku langsung membacok korban dengan menggunakan senjata tajam celurit,” jelas Adji.

Sabetan itu tepat mengenai bahu korban sebelah kanan. Akibatnya, korban mengalami pendarahan. Ia pun tak sempat melawan lantaran kondisinya yang melemah. 

Insiden itu diketahui oleh Sianto, salah seorang warga sekitar. Tak menginginkan pertengkaran berlanjut, Sianto lantas melerai pelaku. Ia juga merebut senjata tajam dari tangan pelaku agar situasi reda. “Mendapati laporan itu, kami datangi TKP dan langsung mengamankan pelaku serta barang buktinya di Mapolsek. Karena untuk meredam kemarahan dari keluarga korban,” jelas Adji.

Sementara itu, korban yang mengalami luka bacok kini tengah dirawat di Puskesmas Nguling. Adji mengatakan, pihaknya sudah meminta visum luka korban. Selanjutnya, Adji menyebut pihaknya masih mendalami kasus itu.

“Saat ini masih dalam penyidikan. Pelaku sudah berstatus tersangka. Ia dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan,” tandasnya. 

(br/fun/tom/fun/JPR)

Source link