DJ Apache Reggae Bar Tusuk Pengunjung, Korbannya Salah Orang – Bali Express

Belakangan diketahui, pelakunya adalah Rudi Susanto,28, disk jockey atau DJ di tempat tersebut. Pemuda asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu kini mendekam di sel tahanan Polsek Kuta. Dia ditangkap menjelang sehari setelah peristiwa penusukan itu terjadi.

Sesuai hasil pemeriksaan terhadap tersangka, peristiwa penusukan itu terjadi pada Minggu (1/7) dini hari. Sekitar pukul 03.00. Saat itu, korban melihat pengunjung lainnya sedang berkelahi di dalam bar. Korban pun berniat melerai perkelahian tersebut.

Tapi siapa sangka, niat baiknya itu justru berujung petaka. Sekitar 40 menit kemudian, korban yang akan pulang dan mengambil sepeda motor di parkiran tiba-tiba dihampiri tersangka. Waktu itu, tersangka mengaku sebagai teman dari orang yang terlibat perkelahian sebelumnya. Rupanya, tersangka tidak terima bila korban melerai perkelahian tersebut.

“Pelaku mendorong korban ke tembok dan menusuknya menggunakan pisau steak daging yang didapatkan dari dalam bar,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra RA, Kamis kemarin (5/7).

Akibat tusukan tersebut, korban mengalami luka pada pinggang sebelah kirinya. Tusukan itu membuat korban langsung lemas dan ambruk. Pinggangnya mengalami perdarahan. Dan, dalam kondisi masih sadar, korban berusaha meminta pertolongan hingga akhirnya dia dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa itu sendiri kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta. Berbekal laporan itu, piha kepolisian langsung menuju ke lokasi kejadian. Usai mempelajari rekaman CCTV, polisi akhirnya mengetahui pelaku penusukan itu mengarah pada tersangka.

Sekitar pukul 23.00, tersangka ditangkap di tempat kerjanya. “Informasi yang didapat pelaku salah satu pegawai Apache Reggae Bar bagian DJ,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya tersebut. Dia mengaku menusuk korban sebanyak satu kali. Itupun karena menduga korban adalah salah satu orang yang ikut ribut dengan temannya di lokasi kejasian. Dan, akibat perbuatannya tersebut, tersangka diancam dengan Pasal 351 KUHP. 

(bx/afi/hai/yes/JPR)

Source link