Djarum Foundation melakukan pengobatan gratis di kaki gunung muria – Radar Kudus

Rombongan Bakti Sosial Djarum Foundation, YBIN, dan Jawa Pos Radar Kudus pukul 07.00 berangkat dari pusat Kota Jepara menuju Desa Tempur. Tim berangkat lebih pagi. Dengan harapan pukul 09.00 tepat sampai di lokasi pengobatan gratis yaitu di Balai Desa Tempur.

Lokasi pengobatan gratis ini jauh dari pusat layanan kesehatan. Jarak Desa Tempur dari pusat Kota Jepara sekitar 50 Km. Jika ditempuh perjalanan darat membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Medan menuju ke lokasi juga tidak mudah. Jalan utama di desa itu hanya sekitar dua meter. Tidak bisa untuk simpangan kendaraan roda empat. Beberapa kali kendaraan rombongan berpapasan dengan roda empat lainnya. Agar tetap bisa jalan, kendaraan harus bergantian jalan. Dengan cara salah satu kendaraan harus menepi terlebih dahulu.

Selain jalan sempit, kondisi samping kanan dan kiri jurang. Harus ekstra hati-hati agar tak terprosok. Tanjakan ke lokasi juga cukup curam. Pengemudi rombongan sering gunakan gigi satu. Agar kendaraan tetap kuat menanjak. Beruntung kondisi jalan ke lokasi pengobatan mulus. Rata-rata sudah di-hotmix.

Tepat pukul 09.00, rombongan sampai di lokasi pengobatan gratis. Sebagian peserta pengobatan yang rata-rata didominasi lanjut usia. Mereka telah antre tertib.

Kegiatan pengobatan gratis ini disambut antusias warga. Ditunjukkan beberapa warga yang tak bisa jalan ataupun tak bisa melihat dibantu berjalan menuju lokasi pengobatan.

Sebanyak empat dokter dan lima tenaga kesehatan sudah siap. Mereka dengan sabar mengobati pasien yang sebelumnya dipanggil petugas. Hadir dalam kegiatan itu Bakti Sosial Djarum Foundation, YBIN, Kepala Desa Tempur, Puskemas Keling, Polsek Kelin, dan Koramil Keling.

Salah satu peserta pengobatan gratis Suroto, 74, warga RT 1/RW 2, Desa Tempur, Keling mengaku senang ada pengobatan gratis dari YBIN dan Djarum Foundation. Ia mengaku ketika berobat ke Puskesmas Keling harus menempuh jarak 20 kilometer.

”Memerlukan waktu setengah hari berobat ke Puskesmas Keling. Sangat bersyukur ada pengobatan gratis dari YBIN dan Djarum Foundation. Tak perlu ke puskesmas kota. Saya juga dapat obat,” ujarnya.

Suroto mengaku, mengalami linu di persendian tulang. ”Saya beraktivitas kadang terasa sakit. Kalau untuk sujud salat sangat terasa. Beberapa pengobatan sudah saya lakukan, tapi belum ada hasil. Semoga setelah berobat dari YBIN dan Djarum Foundation sembuh,” tambahnya.

Ia juga alami kaki gatal. Ini setelah dirinya menggunakan air yang berwarna kuning keemasan di sawah untuk bersihkan kaki. ”Setelah saya bersihkan gunakan air keemasan, kulit kaki saya gatal. Sudah berobat ke mana-mana tapi belum sembuh. Semoga obat dari YBIN dan Djarum Foundation cocok,” ujarnya sebelum .

Kepala Desa Tempur Sutoyo sangat mendukung acara tersebut. ”Kami bersyukur Desa Tempur menjadi lokasi pengobatan gratis dari Djarum Foundation dan YBIN. Apalagi dari pengobatan ini bagi warga masyarakat yang alami bibir sumbing bisa ikut operasi di RSI NU Demak. Biaya transportasi dan pengobatan gratis,” jelasnya.

Perwakilan Djarum Foundation Arvi Oktaviendra usai acara menjelaskan, tujuan dilaksanakan kegiatan pengobatan gratis ini adalah menolong warga di daerah pedesaan yang jauh dari layanan kesehatan dan puskesmas.

”Pengobatan daerah-daerah terkecil diharapkan bisa membantu warga. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2011. Sudah berjalan 41 kegiatan. Bentuknya sama. Kami selalu pindah-pindah dengan daerah Jateng dan DIJ (Daerah Istimewa Jogjakarta).

Selain kegiatan pengobatan gratis ke desa-desa, lanjutnya, juga dilaksanakan program operasi katarak dan bimbir sumbing. ”Dalam waktu dekat ini kami lakukan operasi bibir sumbing di RSI NU Demak,” tegasnya.

Tahun depan, lanjut Arvi-sapaan akrab Arvi Oktaviendra- akan dilakukan jabanisasi, water treatment, pemberian bantuan dan penambahan sarana prasarana panti asuhan. ”Tahun depan juga akan ke ponpes,” tambahnya.

Koordinator YBIN dr Mada Gautama yang hadir dalam pengobatan itu berharap  dengan adanya pengobatan gratis ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. ”YBIN dan Djarum Foundation diharapkan bisa bantu kesehatan masyarakat sesuai dengan program pemerintah dalam gerakan masyarakat,” tambahnya.

(ks/zen/top/JPR)