DPRD setujui ranperda 2018 jadi perda – Radar Kudus

Pembahasan tentang Raperda APBD Grobogan 2018 dibahas di setiap komisi-komisi. Dari laporan Komisi A, B, C dan D yang dibacakan perwakilan komisi, semua penyetujui Raperda APBD 2018 ditetapkan menjadi perda setelah dibahas dengan OPD dan TAPD.

APBD Grobogan 2018 ditetapkan setelah pembahasan pendapatan daerah menjadi Rp 2,39 triliun. Belanja daerah sekitar Rp 2,38 triliun dan defisit anggaran setelah disepakati Rp Rp 15,36 miliar. Defisit tersebut ditutup pembiayaan daerah sehingga netto menjadi  Rp 15,36 miliar dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SiLPA) Rp 0.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto menerangkan, setelah dibahas di masing-masing komisi, Rancangan APBD 2018 ditetapkan menjadi peraturan daerah. Selanjutnya persetujuan menjadi perda tersebut masuk register nomor 188/40 Tahun 2017.

”Usai dilakukan persetujuan di sidang paripurna akan dimintakan evaluasi kepada gubernur Jawa Tengah. Paling lambat 15 hari kerja terhitung sejak diterimanya Rancangan APBD. Selanjutnya, berdasarkan evaluasi tersebut bupati bersama DPRD berkewajiban melakukan penyempurnaan paling lama tujuh hari setelah diterimanya hasil evaluasi gubernur,” kata Agus Siswanto.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengucapkan, terima kasih dan penghargaan kepada masing-masing komisi dan anggota dewan atas kerja sama yang terjalin baik selama ini. Sehingga proses pembahasan Rancangan APBD 2018 berjalan lancar.

”Saran, pendapat maupun masukan yang telah disampaikan, khususnya yang berkaitan penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Akan saya pergunakan sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan guna keberhasilan pelaksanaan tugas ke depan,” ujarnya.

(ks/mun/ris/top/JPR)

Source link