Dua Bacagub di Haul Kiai Hamid – Radar Bromo

AKRAB: Gus Ipul dan La Nyalla nampak akrab berangkulan di hadapan Gus Idris (kiri peci putih) di sela-sela haul Kiai Hamid, Selasa (28/11).
(Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PANGGUNGREJO – Haul ke-36 pendiri Ponpes Salafiyah, KH. Abdul Hamid, Selasa (28/11) tak hanya menarik ribuan jamaah. Politisi yang akan bertarung dalam arena Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang juga nampak hadir.

Yakni, bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) yang diusung PKB serta PDIP, Syaifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas. Serta, bacagub dari Partai Gerindra, La Nyalla Mahmud Mattaliti.

La Nyalla mengaku mantap maju dalam kontestasi pilgub tahun depan. “Saya sudah mengantongi dukungan dari dua parpol sebagai persyaratan untuk maju. Yakni PAN dan Gerindra,” kata mantan ketua umum PSSI itu saat ditemui di sela-sela haul.

Meski begitu, sejauh ini, pria yang juga menjabat sebagai ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim ini, belum memastikan sosok yang akan digandeng menjadi cawagub.

“Sejauh ini, memang belum diputuskan siapa yang menjadi pasangan saya. Itu tergantung keputusan dari parpol yang mendukung saya. Entah itu dari kalangan Nahdliyin atau bukan, tidak masalah,” jelas pria yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jatim ini.

Di sela-sela tausiyah ulama, La Nyalla kemudian dipertemukan dengan Gus Ipul (sapaan akrab Syaifullah Yusuf) oleh KH. Idris Hamid, putra mendiang KH. Abdul Hamid. Ulama yang karib disapa Gus Idris ini kemudian mempersilakan keduanya untuk makan bersama.

Baik La Nyalla maupun Gus Ipul tampak akrab. Keduanya sempat berangkulan. Keduanya juga tertawa lepas di hadapan tuan rumah. Usai duduk satu meja, La Nyalla kemudian pamit undur diri. 

Di hadapan wartawan, ia kembali menegaskan keinginannya untuk maju. “Tetap maju, urusan menang kalah apa kata Allah SWT. Seperti ceramah kiai tadi, bahwasanya Allah bisa menempatkan siapapun dan mencabut siapapun dalam satu kerajaan,” katanya.

Sementara itu, Gus Ipul pada wartawan mengatakan, keinginan maju sebagai representasi warga Nahdliyin bukan semata-mata karena ambisi. Tapi, karena dorongan kiai untuk berbagi peran. Ia sendiri menyerahkan penilaian soal niatnya maju dalam pilgub pada masyarakat.

“Saya dari awal diminta kiai untuk berkomunikasi dengan banyak pihak. Ada yang sesuai, ada yang belum (dengan harapan, Red). Saya coba akan terus lakukan sekuat tenaga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengaku senang bisa dipasangkan dengan Abdullah Azwar Anas. “Alhamdulillah saya dijodohkan dengan Mas Anas. Karena Mas Anas ini punya banyak prestasi sebagai bupati Banyuwnagi dua periode,” katanya.

Pertemuannya dengan La Nyalla, menurut Gus Ipul sebagai sesuatu yang biasa. Apalagi bertemu dalam majelisnya para ulama.

“Saya baik dengan Pak Nyalla. Tadi tidak sampai membicarakan yang berat-berat, yang ringan-ringan saja,” ujar kakak kandung Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf itu.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar dalam tausiyahnya mengatakan, majunya Gus Ipul dalam Pilgub bukan ambisi pribadi. Melainkan atas kesepakatan para kiai.

“Karena itu, PKB yang awalnya menugaskan Halim (Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar, Red) akhirnya mengalihkan dukungan ke Gus Ipul,” katanya.

(br/riz/mie/mie/JPR)

Source link