Dua Hari Ini Pakailah Masker – Radar Jember

Sasaran pembagian masker tersebut tidak hanya diberikan kepada pengendara, namun juga dilakukan secara door to door ke rumah warga, juga kepada para pedagang dan warung yang berada di pinggiran jalan.

Plt. Kepala BPBD Jember Widi Prasetyo menyampaikan, pembagian masker tersebut dilakukan, sebagai kampanye penggunaan masker kepada masyarakat akibat erupsi yang terjadi di Gunung Agung, pada Senin malam (2/7) kemarin.

“Sejak Senin malam (2/7), abu vulkanik (Gunung Agung) masuk ke wilayah Jember. Bahkan abu vulkanik tersebut cukup tebal,” kata Widi kepada wartawan. Sehingga, sebagai langkah antisipasi, lanjut Widi, pihaknya membagikan masker kepada masyarakat. “Pembagian masker gratis tersebut merupakan bagian kampanye kami kepada masyarakat, (untuk menggunakan masker di luar rumah), dalam rangka mencegah akibat yang ditimbulkan dari menghirup abu vulkanik tersebut. Kami dalam kegiatan pembagian ini, ada sekitar 10 ribu masker yang diberikan gratis,” tandasnya.

Dengan pembagian masker tersebut, pihaknya berharap masyarakat sadar akan bahaya dari menghirup abu vulkanik tersebut. Kemudian beraktivitas dengan selalu menggunakan masker untuk sementara ini. “Pembagian masker yang dilakukan oleh rekan-rekan BPBD Jember tidak hanya kepada pengendara, tetapi juga kepada masyarakat secara langsung ke rumah-rumah,” ungkapnya. 

Lebih jauh Widi mengimbau, untuk penanganan debu vulkanik yang terkena mata, agar jangan dikucek. “Tetapi dilembang atau dibasuh dengan air mengalir, agar tidak merusak kornea mata. Kemudian, juga hati-hati jika menghirup, maka dari itu menggunakan masker. Karena akan mengganggu pernapasan,” tuturnya.

Untuk penggunaan masker tersebut, dia mengimbau untuk dilakukan satu atau dua hari ke depan. Sembari menunggu pemantauan terhadap dampak erupsi yang terjadi di Gunung Agung Bali.

Rochim, 45, warga Jalan S Parman, Sukorejo, Sumbersari, pengendara motor yang mendapatkan masker mengaku sangat terbantu, karena informasi terkait bahaya menghirup abu vulkanik tidak diketahui.

 “Saya kira tidak ada pengaruh apa-apa dari debu vulkanik itu. Meskipun memang saya rasakan seperti sesak gitu. Ternyata perlu diantisipasi dengan menggunakan masker ini,” ujarnya.

(jr/jum/ram/wah/das/JPR)

Source link