Dua Tangan Diamputasi usai Kena Bondet – Radar Bromo

PASREPAN – Umi, 42, warga Dusun Pesa’an, Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan nampak keluar dari rumah dengan tergopoh, Jumat siang itu (1/6). Ia berupaya mencari asal suara ledakan dan suara orang berteriak yang baru saja didengarnya cukup keras, dari samping rumahnya.

Begitu sampai di ladang samping rumahnya, ia tambah panik. Sebab, ia melihat anaknya, Khoiri, 18 tergeletak tak berdaya di tengah ladang. Dari dua tangan dan kakinya, darah segar mengucur.

Suara teriakan itu ternyata berasal dari anaknya yang masih remaja itu. Meski dilanda kepanikan, Umi masih bisa berpikir cepat. Ia langsung kembali masuk ke rumahnya untuk mengambil sebuah kain.

Kain itu lalu ia gunakan untuk menutupi luka di tangan dan kaki anaknya. Ia menutupi luka pada tangan dan kaki anaknya itu agar darah tak terus mengucur.

“Saat itu, saya sedang bersih-bersih rumah untuk menyambut lebaran yang sudah semakin dekat. Saat itulah, saya mendengar suara ledakan dan orang berteriak,” kata Umi saat ditemui di IGD RSUD dr Soedarsono, Sabtu dini hari.

Umi pun tak menyangka bila suara ledakan itu berasal dari aktivitas anaknya. Sang anak saat sedang mencari rumput di ladang tiba-tiba mengincak sebuah benda yang diduga bondet. Selanjutnya, bondet itu pun meledak.

“Anak saya biasa mencari rumput di ladang tersebut, makanya saya heran darimana bondet itu berasal?” ujarnya bertanya-tanya.

Suara ledakan itu juga membuat sejumlah tetangga Umi dan Khoiri berdatangan. Khoiri pun langsung dibawa ke Puskesmas Pasrepan saat itu. Lantaran kondisinya cukup parah, Khoiri pun langsung dirujuk ke RSUD dr Soedarsono, Purut, Kota Pasuruan.

Kabag Tata Usaha (TU) RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan, Penti membenarkan adanya warga asal desa sibon, kecamatan Pasrepan yang dirawat di instalasi gawat darurat RSUD karena terkena ledakan bondet. Pihak RSUD pun sudah melakukan tindakan darurat pada pasien.

Karena luka bakar yang dialami cukup parah, maka kedua tangan korban diamputasi. Tangan kanan diamputasi mulai jari sampai di bawah siku. Sementara untuk tangan kiri, mulai jari diamputasi sampai pergelangan tangan.

“Kalau kakinya tidak diamputasi. Sekarang kondisi sudah membaik. Cuma agar kami bisa memantau kondisi pasien, sementara ia berada di ruang intensive care unit,” terangnya.

Kapolsek Pasrepan, AKP Cahyo Widodo mengaku, usai menerima laporan itu, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah TKP itu, diduga Khoiri terkena ledakan bondet yang tidak sengaja terinjak di sebuah ladang saat ia mencari rumput.

Saat hendak memasukkan rumput ke dalam karung goni, kakinya tidak sengaja menginjak bondet. Menurutnya, peristiwa itu murni kecelakaan. Sebab, pihaknya tidak menemukan bondet lainnya di lokasi ledakan, maupun di sekitar rumah korban.

“Ini murni kecelakaan. Mungkin bondet ini dijatuhkan oleh pembuat bondet atau pelaku kejahatan. Sebab, saya cek di tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan barang sejenisnya,” ungkap perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya tersebut.

Source link