Dua Warga Dianiaya di Lokasi Tambang – Radar Jember

Insiden yang mirip-mirip dengan tragedi Salim kancil ini berlangsung sekitar pukul 16.00 . Kali ini, korbannya bukan Salim dan Tosan. Melainkan Miskadin dan Miswanto. Keduanya tak lain adalah kakak beradik.

Informasi ini didapat sesaat setelah kejadian. Miskadin menghubungi Jawa Pos Radar Semeru. “Saya dan adik saya Miswanto dipukuli orang-orang, enggak tahu apa masalahnya. Ada keramaian saya datang, tahu-tahu dihajar beramai-ramai,” ungkapnya tergesa-gesa kemarin.

Akibat kejadian itu, seketika sore kemarin, sambil menelepon wartawan koran ini, dia  segera menuju Mapolres Lumajang. “Aku gak ngerti masalahe, enek rame-rame aku moro, terus dihajar premanne kono. Premanne LJS (PT Lumajang Jaya Sejahtera),” tegasnya.

Lelaki kelahiran 1 Januari 1975 itu mengaku tidak sendirian. Yang jadi korban juga adiknya, Miswanto. “Saya gak ngerti masalahnya. Katanya saya mematikan sandang-pangan mereka. Aku heran kok begitu. Lha wong saya gak ngerti,” keluhnya.

Miskadin menegaskan sedikitnya ada lima pelaku. Kenal semua. sebab, bukan orang asing. Mau melawan pun percuma, karena pasti kalah. Sehingga, tepat di lokasi lahan Haji Munjin, dekat Mutiara Pasir Dusun Kampung Baru, Desa Jugosari Kecamatan pasirian dia hanya pasrah dihujani bogem mentah.

Dia mengaku, kejadian tersebut dilakukan tepat di depan mata anak istrinya dan keponakannya. “Saya dihajar pas di depan anak saya. Semua tahu, makanya ini saya kan nggak enak, saya lawan sesama preman kan nggak enak. Mending mengadu ke polres,” jelasnya.

Akibatnya, kening Miskadin memar. Sementara Miswanto mengalami luka bocor di bagian kepalanya. Sebab, Miswanto juga dipukuli menggunakan batu. 

(jr/fid/das/JPR)

Source link