Duh, Ikan Asin Terancam Langka. Ini Penyebabnya – Radar Semarang

PEKALONGAN—Penggemar ikan asin di wilayah Pekalongan mulai harap-harap cemas. Mereka bisa saja kehilangan menu kesayangan gara-gara terjadi kelangkaan ikan asin. Sebab, pengrajin ikan asin sudah mengurangi produksinya.

Sebulan terakhir para pengrajin ikan asin di Kota Pekalongan mengeluhkan produksi mereka yang anjlok hingga 70 persen. Kondisi ini dipicu langkanya pasokan ikan laut sebagai bahan utama pembuatan ikan asin. Ditambah kenaikan harga garam yang mencapai lebih dari 100 persen, membuat sejumlah pengrajin memilih menghentikan produksi.

Salah satu pengrajin ikan asin di Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara Nasokha, 52, mengungkapkan, saat ini nasib para pengrajin ikan asin memprihatinkan. Dari sekitar 50 pengrajin ikan asin yang ada di Kota Pekalongan, hanya tersisa 10 orang. Itupun, beberapa di antaranya hanya sesekali memroduksi sekadar menyambung usaha agar tetap jalan.

“Kondisi seperti ini sudah berlangsung dua bulan belakangan, awalnya dipicu untuk harga garam yang naik tajam, ditambah sebulan terakhir untuk pasokan ikan segar sangat kurang,” ungkapnya, Rabu (26/7/2017). Menurutnya, nelayan lokal banyak yang tidak melaut karena terkendala izin penangkapan ikan.

Harga bahan baku ikan yang semula Rp 10.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 15.000 per kilogram. Sementara garam yang semula Rp 2.000 perkilogram, kini menjadi Rp 4.300 ribu per kilogram.

 “Harga garam diprediksi akan naik lagi, karena hingga kini di pasaran sudah langka, sehingga pengrajin ikan asin yang kesulitan (mendapat garam) memilih berhenti berproduksi,” ujarnya.

Nasokha mengaku, saat masih normal, setiap produksi ia membutuhkan ikan hingga 8 ton dan 3 ton garam. Kini produksinya hanya 2 ton tiap 3-4 hari sekali.

(sm/naf/ton/JPR)