Duh, Tanggul Diratakan, Air Sungai Malah Meluap ke Rumah Warga – Radar Kudus

SUMBER – Satu rumah warga dan satu warung di Desa Tlogotunggal, Kecamatan Sumber terendam banjir. Air meluap ke jalan raya dan masuk ke rumah warga karena ada tanggul di sungai yang diratakan.

Ngatono hanya bisa pasrah melihat rumahnya terendam air. Sejatinya, pagi kemarin dia akan pergi ke sawah untuk ngedos. Tapi, air keburu masuk ke rumahnya. Beberapa barang eletktronik seperti kulkas dan speaker aktif sempat terendam.

Semua barang-barang diletakkan di tempat yang tinggi agar tak terkena air. Meja dan kursi tamunya penuh dengan barang-barang. Begitu pula di dapur. Lantai rumah Ngatono memang lebih rendah dari jalan.

Sehingga air yang masuk ke dalam rumah pastinya lebih tinggi. Ketinggiannya memang tak sampai lutut. Tapi di atas mata kaki. Kira-kira 20 centimeter. Air masuk ke rumah sejak pukul 06.30.

Hingga pukul 09.30 arus air yang mengalir masih deras. Ngatono terpaksa membuat lubang di dinding dapurnya. Agar air tak semakin tinggi dan bisa mengalir ke sungai di belakang rumahnya.

   ”Pagi saya mau ke sawah tau-tau air masuk deras dari timur. Malamnya sini memang hujan deras. Anak-anak sudah sekolah semua,” jelasnya.

Ngatono menjelaskan sebelumnya banjir pernah menggenangi rumahnya pada enam tahun lalu. Jika dibanding dengan banjir kemarin, ketinggian air tak separah banjir sebelumnya.

Bapak dua anak ini tak akan mengungsi meskipun semua ruangan di rumahnya terendam air. Dia tetap tinggal di rumah tersebut. Karena tempat tidur sendiri tak sampai terendam.

Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Ahmad Ma’ruf menjelaskan, banjir tersebut karena air luapan sungai yang berada di timur rumah Ngatono.

Penyebabnya antara lain, ada sisi tanggul yang diratakan oleh salah satu pemilik sawah. Sehingga air meluber ke sawah dan jalan raya ketika debitnya meningkat. Selain itu, hujan yang terus mengguyur di daerah selatan seperti Sulang dan Bulu juga jadi penyebab tingginya debit air.

”Ada satu rumah dan satu warung yang terendam air. Air ini memang kiriman dari dari Sudo. Untuk penanganan, kami masih melihat apakah sungai ini perlu dikeruk atau tidak. Termasuk pengembalian tanggul yang diratakan,” ungkapnya.

(ks/lid/ali/top/JPR)