Dukung Potensi Wisata, Pemkab Blora Launching Wanawisata Cemoro 7 – Radar Kudus

TUNJUNGAN – Perhutani KPH Blora bersama Pemkab Blora me-launching Wanawisata Cemoro 7 di Desa Nglawungan, Tunjungan, kemarin. Launching ditandai dengan penanaman puluhan pohon buah-buahan di sekitar lokasi Cemoro 7.

Diungkapkan Administratur Perhutani KPH Blora Rukman Supriatna, acara launching tersebut dikemas dalam event bertajuk Mlaku-Mlaku Ning Cemoro Pitu. Acara tersebut sekaligus mengenalkan potensi wisata dan potensi buah-buahan di Blora. Di antaranya berupa kebun durian di Desa Nglawungan. Acara juga diisi dengan melakukan perjalanan ke Waduk Greneng.

“Sepanjang perjalanan di lokasi wisata yang berada di sekitar waduk, pengunjung dapat menyaksikan langsung panorama unggulan. Yaitu berupa pepohonan yang tumbuh subur serta beberapa lokasi untuk sarana melepas lelah,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelum masuk ke lokasi Cemoro 7, pengunjung bakal disambut oleh jembatan goyang sebagai sarana penghubung menuju lokasi Cemoro 7. Pengunjung pun bisa selfie di atas jembatan dan menara di tengah waduk.

Tidak itu saja. Pengunjung yang datang ke Wanawisata Cemoro 7 ini, di samping bisa melihat pemandangan alam yang eksotis, juga bisa menikmati perjalanan air menggunakan speedboat dengan tarif Rp 60 ribu untuk satu perahu.

“Terkait pengelolaan Wanawisata Cemoro 7 ini, Perhutani KPH Blora bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tunjungan. Yaitu Greneng Tirta Sari,” katanya.

“Kerja sama ini sekaligus mengajak masyarakat sekitar hutan untuk ikut menjaga dan melestarikan kawasan hutan yang ada di sekitar mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Arief Rohman sangat mengapresiasi launching Wanawisata Cemoro 7 ini. Dia juga berharap tiap pekan diadakan event, bisa berupa musik  atau yang lainnya.

Semantara Itu, untuk mendukung keberadaan Wanawisata Cemoro 7 di Desa Nglawungan, Tunjungan, pemkab bakal membangun infrastruktur. Yaitu jalan dengan panjang 6 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Samgautama Karnajaya mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan Rp 5,5 miliar untuk proses perbaikan jalan tersebut. Rencananya, Maret dikerjakan.

Perbaikan ini memang belum sepenuhnya. Untuk itu akan dilanjutkan tahun berikutnya. Sebab, diperkirakan total panjang jalan yang bakal dibangun sekitar 10-12 kilometer.

Wakil Bupati Arief Rohman mengakui, akses jalan menuju lokasi Waduk Greneng memang masih menjadi pekerjaan rumah (PR). “Alhamdulillah tahun ini sudah dianggarkan Rp 5,5 miliar,” jelasnya.

(ks/sub/aji/top/JPR)