Duo Perampok Emas Purwoharjo Dihadiahi Peluru – Radar Banyuwangi

PURWOHARJO  – Satreskrim Polres Banyuwangi mengungkap dan menangkap dua orang residivis pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Duo perampok tersebut terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan dan kabur dari kejaran petugas.

Kedua pelaku itu adalah Sugiyanto alias Sugik, 43, warga Dusun Badolan RT 01, RW III, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo dan Marsuto alias Toto, 42, warga Dusun Krajan RT01, RW II Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo.

Sugik dibekuk saat berada di Kampung Jelun, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Sementara Toto diringkus di rumahnya di Dusun Krajan RT01, RW II Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo.

Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi membenarkan penangkapan residivis curas tersebut. Penangkapan kedua pelaku dilakukan oleh satuan Reserse Mobile (resmob). ”Awalnya kami mengamankan penadah barang hasil curian. Selanjutnya kami kembangkan dan mengarah pada kedua nama pelaku tersebut,” ungkapnya.

Kasus curas itu, kata Sodik,  bermula dari laporan korban Sutimah, 51, warga Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo. Berdasar laporan korban, Selasa lalu (14/11) sekitar pukul 03.30, rumah korban dibobol oleh pelaku pencurian yang berjumlah dua orang. Mereka masuk ke dalam rumahnya dengan cara mencongkel pintu belakang.

Kemudian kedua pelaku masuk dan mendekati korban sambil mengacung-acungkan celurit. Kedua pelaku juga sempat memegang leher korban sembari  mengeluarkan ancaman. Selanjutnya, kedua pelaku menyuruh korban untuk melepas perhiasan yang di pakai oleh korban. Di antara perhiasan itu tak lain adalah  kalung, gelang,  dan cincin emas.

Korban juga diminta menyerahkan barang berharga lainnya. Pelaku kemudian mengambil uang sejumlah Rp 1,5 juta dan HP milik anak korban. ”Setelah berhasil mengambil barang berharga itu, kedua pelaku kabur lewat pintu belakang. Dan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purwoharjo,” jelasnya.

Dari laporan korban, polisi selanjutnya melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan salah seorang yang diduga penadah barang hasil curian. Dari situlah, petugas terus melakukan pengembangan, dan mengarah pada tersangka Sugiyanto alias Sugik.

Sugik diamankan saat berada di Kampung Jelun, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Karena melawan dan berusaha kabur, petugas terpaksa menghadiahi timah panas pada bagian kaki kirinya.

Usai menangkap Sugik, petugas langsung melakukan pengembangan dan menangkap Marsuto alias Toto yang merupakan residivis kasus curas. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas langsung menangkap Marsuto di daerah Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo.

”Saat ditangkap, pelaku sempat berusaha kabur. Karena tidak menghiraukan dua kali tembakan udara, anggota kami melakukan tindakan tegas dengan melakukan tembakan ke arah kaki dengan tujuan untuk melumpuhkan pelaku,” jelas Sodik.

Berdasar hasil interogasi sementara, kedua pelaku sudah beberapa kali melakukan pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan di wilayah Banyuwangi. Pada tahun 2014 di wilayah Glagah, pada tahun 2016 di wilayah Songgon, dan dua TKP di Kecamatan Purwoharjo, serta tiga  TKP di wilayah Bangorejo.

Tersangka Sugik merupakan tersangka residivis spesialis kasus curas dalam rumah dan terakhir tertangkap pada tahun 2012 lalu. Tahun 2014 dan 2016 masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sedangkan tersangka Marsuto merupakan residivis kasus curas, dan pernah tertangkap pada tahun 2007 silam.  ”Saat ini kedua tersangka kita amankan di Mapolres Banyuwangi. Kami juga menyita sejumlah barang bukti,’’ tandas Sodik Efendi.

Source link