E-Retribusi Pasar Kliwon Belum Dibagikan ke Pedagang – Radar Kudus

KOTA – Usai launching e-retribusi Pasar Kliwon 2016 lalu, program elektronik tersebut hingga kini masih belum jelas. Padahal, digadang-gadang akan menjadi program yang bagus bagi pedagang. Selain lebih praktis juga aman. Namun hingga saat ini pedagang belum mendapatkannya.

Selain mengajak pedagang untuk disiplin dalam membayar, adanya e-retribusi ini lebih transparan dan efisien. Hal ini akan menghindari adanya pungutan liar (pungli). Sebab, dana yang dibayarkan langsung masuk ke dalam kas daerah.

Kepala Pasar Kliwon Sugito mengatakan, hingga saat ini masih menggunakan retribusi biasa. Alasannya, masih menunggu kartu untuk pembayaran. Sebab, sementara ini kartu dari BPD sudah dihibahkan ke Dinas Perdagngan. Jadi, tinggal menunggu membagikan ke pedagang. ”Awal tahun ini akan dibagikan ke pedagang,” katanya.

 Kendati tanpa e-retribusi, pedagang telah membayar retribusi pasar setiap bulannya. Sebanyak 2.600 pedagang membayar retribusi manual sesuai kebutuhan.

Dia mengatakan, pedagang diharuskan membayar uang retribusi seperti sewa kios, sampah, dan barang yang ditinggal. Untuk sewa, pedagang dikenakan tarif Rp 125 per meter persegi per hari sewa. Untuk retribusi harganya Rp 150 per meter persegi. Sedangkan untuk Rp 200 per meter persegi untuk kios.

Dia menambahkan, untuk retribusi sampah sebanyak Rp 30 per meter persegi dan pengamanan barang yang ditinggal Rp 70 per meter persegi.

Ke depan, dia berharap e-retribusi dapat segera berjalan mengingat banyaknya manfaat bagi pedagang dan pemerintah. ”Hingga saat ini pedagang tidak protes. Justru senang dengan adanya program baru ini,” imbuhnya.

(ks/mal/lil/don/top/JPR)