Empat Poros Siap Bertarung di Pilkada Kota Mojokerto – Radar Mojokerto

MOJOKERTO – Empat poros koalisi partai politik (parpol) berpeluang maju dalam Pilwali Kota Mojokerto. Pelaksanaan hajatan demokrasi lima tahunan ini diperkirakan berlangsung kondusif.

Hingga kemarin, hari pertama tahapan pendaftaran, belum ada pasangan bakal calon wali kota (bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali) yang mendeklarasikan diri maju di Pilwali Kota Mojokerto. Malah, sejumlah parpol masih sibuk mengurusi rekomendasi DPP sebagai tiket mendaftar.

Kendati demikian, hitung-hitungan poros koalisi parpol sudah santer terdengar. Dimulai dari parpol yang paling bisa mengusung paslon secara mandiri, yakni Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP). Meski rekomendasi berteken Megawati SP belum juga turun, kuat dimungkinkan parpol ini maju mengusung jagonya sendiri.

Dikabarkan, pasangan yang diusung adalah Akmal Boedianto dan dr Rambo Garudo. Akmal berlatar belakang mantan birokrat Pemprov Jatim. Sedangkan, Rambo adalah Direktur RS Kamar Medika yang juga putra Komjen Pol Purn Anang Iskandar.

Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Febriana Meldyawati, mengakui, rekomendasi resmi dari DPP belum juga turun. Pihaknya masih berada di Jakarta dalam pengurusan rekom tersebut. Menurut sumber internal di PDIP, nama pasangan Akmal-Rambo telah menguat. ’’Begitu rekom turun akan segera kami umumkan,’’ ungkap Melda.

Kemudian, poros PAN-PKS yang mendahului mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan Warsito-Moeljadi. Warsito adalah politisi Hanura dan pengusaha. Sedangkan, Moeljadi merupakan mantan Ketua DPRD Kota yang juga Ketua DPD PAN Kota.

Moeljadi mengatakan, pihaknya telah mengantongi rekomendasi PAN dan PKS. Sedianya, pada hari terakhir pendaftaran nanti, paslon bakal mendaftar ke KPU. ’’Insya Allah Rabu (10/1),’’ ucapnya singkat menerangkan kepastian mendaftar pilwali.

Poros ketiga yang muncul berasal dari pasangan Ika Puspitasari dengan Ahmad Rizal Zakariyah. Keduanya dikabarkan didukung Partai Golkar dengan Gerindra. Komposisi ini terbilang pas dukungan karena Golkar punya dua kursi ditambah Gerindra dengan tiga kursi.

Meski belum secara resmi menyebut mendukung pasangan tersebut, Ketua DPC Golkar Sonny Basuki mengaku sudah mengusulkan nama Ita kepada DPP. ’’Sudah kami usulkan Ita-Rizal. Keputusan di tangan Jakarta nanti,’’ ungkapnya.

Sementara itu, poros keempat yang berpeluang maju pilwali berasal dari koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrat (PD). Ketiga parpol ini mengantongi tujuh kursi DPRD Kota Mojokerto. Santer dikabarkan paslon yang diusung adalah Andy Soebjakto dengan Ade Ria.

Andy merupakan fungsionari Partai Hanura asal Kota Mojokerto. Berpasangan dengan Ade Ria, putri kandung mantan Wali Kota Abdul Gani Soehartono. Pasangan yang mencuat terakhir ini terbilang mengejutkan banyak pihak. ’’Koalisi sudah mengarah. Termasuk, paslon yang diusung,’’ ujar Deny Novianto, ketua DPC Partai Demokrat Kota Mojokerto.

Terpisah, Ketua KPU Kota Mojokerto Saiful Amin Solihin, mengakui, berdasarkan komposisi yang berkembang, sangat dimungkinkan muncul empat poros. Itu dilihat dari syarat dukungan 20 persen kursi di DPRD Kota Mojokerto. ’’Melihat komposisi yang ada yaitu syarat 20 persen jumlah kursi di dewan bagi parpol pengusung dan ketiadaan calon perorangan, maksimal di Kota Mojokerto ada 4 paslon,’’ terang dia.

Diterangkannya, pada perencanaan di KPU Kota Mojokerto, didasarkan ploting anggaran, sudah diestimasikan maksimal paslon yang muncul sebanyak 7 pasangan. Namun, dengan tidak adanya calon perorangan, yang muncul dimungkinkan mengerucut empat paslon.

’’Satu, dua, hingga maksimal (paslon yang muncul), tetap siap. Hanya saja, kalau dua paslon yang muncul, potensi konflik akar rumput lebih kuat. Dibanding bila 4 paslon dengan basis dukungan lebih merata. Sehingga, pilkada bisa kondusif,’’ pungkasnya

(mj/fen/ris/JPR)

Source link