Firasat Rumah Ramai, Ternyata Anak Pulang dalam Kondisi Tanpa Nyawa – Radar Semarang

BATANG – Tujiono, 36, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Karanganyar Kecamatan Reban Kabupaten Batang, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar kosnya, pada Jumat (21/7/2017) dinihari di Malaysia.

Tujiono diduga meninggal karena sakit paru paru basah. Hal ini dikuatkan oleh hasil rekam medis rumah sakit di Malaysia. Jenazah langsung dipulangkan dari Malaysia dan sampai ke rumah duka Minggu (23/7/2017) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kerabat dekat korban, Muradi, yang ditemui di rumah duka mengatakan, saudaranya pulang terakhir ke kampung halaman lebih dari setahun yang lalu saat adiknya menikah. “Walaupun jarang pulang, korban selalu mengasih kabar lewat telepon,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, Senin pagi (24/7).

Kontak terakhir keluarga dengan korban pada Kamis (20/7/2017) malam. Tujiono mengabarkan kondisinya baik – baik saja. Namun pada paginya, rekan-kerja korban menemukannya sudah meninggal dunia saat hendak diajak berangkat kerja.

Meninggalnya Tujiono menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Ayah korban Muradi mengaku mendapat firasat dengan bermimpi rumahnya dalam kondisi ramai, tidak seperti biasanya. Dan ternyata, firasat tersebut terjadi dengan banyaknya orang datang ke rumah untuk melayat.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Batang Sri Purwaningsih mengatakan, korban tercatat sebagai TKI dari PJTKI Jawa Tengah dan sudah 9 tahun bekerja di Malaysia. Selama ini ia bekerja di pabrik pembuatan kabel. Korban akan menerima hak–hak dari perusahaan yang sampai saat ini masih dalam proses pengurusan oleh pihak keluarga.

”Kami selaku Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Batang ikut berpartisipasi dalam pengurusannya, karena semuanya nanti yang akan diurus dari Provinsi Jawa Tengah,” kata Sri Purwaningsih.

Operator Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Batang Rohyadi mengatakan, saat mendapat laporan dari keluarga korban, pihaknya langsung memfasilitasi kepulangan jenazah Tujiono.

“Dari BP3TKI memfasilitasi kepulangan jenasah dari Bandara Ahmad Yani menuju ke rumah duka, kami juga mengurus administrasi menyiapkan file–filenya untuk keperluan pengurusannya,” jelasnya.

(sm/naf/ton/JPR)