Gaji Paskun Terancam Tidak Naik, Ini Alasannya – Radar Bojonegoro

“Memang ada kemungkinan seperti itu karena anggaran kita terpotong,” kata Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah kemarin (25/1). 

Nurul mengatakan, sumber dana anggaran DLH mayoritas dari DBHM. Tahun lalu, anggaran total DLH sebesar Rp 8,5 miliar. Yang terjadi, sebanyak 300 THL paskun gajinya kerap tersendat. Tahun ini, DLH mengusulkan anggaran operasional naik menjadi Rp 12 miliar.

Dari Rp 12 miliar itu, ada tambahan fasilitas BPJS dan kenaikan gaji paskun. Tapi, dengan dipotong 30 persen, atau  Rp 4 miliar, sama halnya dana operasional balik lagi menjadi Rp 8 miliar.

Akibatnya, gaji paskun yang semula ingin dinaikkan batal terjadi. Karena dikurangi, gaji untuk biaya angkut sampah tidak bisa berjalan dengan lancar.

Dari data yang dia miliki, gaji paskun variatif. Ada Rp 800 ribu – Rp 1,25 juta. Nah, sesuai rencana bakal dinaikkan menjadi Rp 1,5 juta. 

“Karena terpotong, tentu dampaknya gaji paskun tidak naik, BPJS tidak terbayar full dan operasional sampah berkurang,” imbuhnya.

Nurul mengatakan pihaknya tidak siap jika anggaran tersebut dikurangi 30 persen. Sebab, total sumber anggaran DLH dari DBHM.

Karena itu, atas alasan dampak buruk diterima para THL, pihaknya akan berusaha agar dana Rp 12 miliar untuk 2018 ini tidak dikurangi. Kalaupun dikurangi, sebisa mungkin tidak sampai 30 persen pengurangannya. 

“Saya sampaikan tidak siap apabila dikurangi 30 persen,” pungkas dia.    

(bj/cho/zky/nas/bet/dka/JPR)

Source link