Gara-gara Alasan Ini Fasilitas Pasar Wonokerto Tak Terpasang Penuh – Radar Kudus

SALE – Panjang Pasar Wonokerto, Kecamatan Sale lebih enam meter dari ukuran dalam perencanaan. Imbasnya, area seluas 6 x 23 meter tak dipasang keramik karena tak terkaver dalam Contract Change Order (CCO). Begitu pula dengan rolling door yang tidak dipasang.

Bangunan pasar dengan nilai pagu Rp 5,6 miliar itu terlihat megah. Tapi, di sekitarnya masih banyak gundukan tanah dan sisa-sisa material. Di dalam pasar, ada sekitar empat pekerja.

Dua diantaranya sedang membongkar keramik di sisi selatan bagian dalam. Ketika ditanya, dua pekerja asal Lasem itu hanya diminta membongkar keramik karena rusak. Mereka juga baru bekerja dua hari ketika ditemui kemarin.

Di utara, ada dua kios yang temboknya belum dilapis semen. Masih terlihat susunan batanya. Apalagi rolling door, pasti belum ada. Di sebelah dua kios tersebut, ada bangunan untuk toilet.

Tapi belum ada fasilitas seperti tempat buang air kecil atau besar. Akses masuk ke toilet itu juga susah. Tanahnya lembek dan penuh dengan air. Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pasar Wonokerto Achmad Widodo menjelaskan, pekerjaan toilet memang masuk dalam perencanaan.

Namun dalam pengerjaannya ada kendala yang dihadapi rekanan. Ketika pengerjaan, air yang keluar dari tanah terlalu banyak. Pembuangan tanah juga tak terkaver dalam anggaran. Sehingga biayanya dikaver rekanan sendiri.

Di dalam pasar, instalasai saluran pembuangan air juga belum ditutup dengan keramik. Masih terlihat lubang dan paralonnya. Kemudian, ada area di bagian selatan dalam yang belum dipasang keramik.

Kabid Pasar, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Isnan Suprayogi menjelaskan, area tersebut tak terkaver dalam CCO atau tambah kurang volume pekerjaan.

Perencana pembangunan pasar tersebut menambahkan empat unit kios. Tapi, perencana tak menyesuaikan panjang baja, atap, baja ringan, keramik dan material lainnya. Sehingga, material atau pekerjaan tersebut tak terkaver dalam CCO. Hal itu juga berimbas tak terkavernya pemasangan rolling door di beberapa kios.

”Jadi, Pasar Wonokerto lebih panjang enam meter dari prototype. Di prototype 55 meter, sedangkan saat ini 61 meter. Setelah CCO, keramik seluas 6 x 23 meter terpaksa tidak terkaver,” jelasnya.

Kekurangan tersebut tak bisa dikaver oleh APBD sebelum ada serah terima hibah dari pemerintah pusat. Pemkab tak diperkenankan merubah bentuk bangunan sebelum proses hibah selesai.

(ks/lid/ali/top/JPR)