Gara-Gara BAB Sembarangan, Proyek PID Didominasi Bangun MCK

PLOSO – Realisasi proyek yang bersumber dari Pagu Indikatif Desa (PID) 2017 di utara Brantas, didominasi pembangunan MCK. Hal ini disebabkan masih tingginya jumlah warga yang buang air besar (BAB) sembarangan.

Seperti di Kecamatan Ploso, dari total Rp 2,6 miliar alokasi PID, ternyata Rp 1,8 miliar diantaranya digunakan untuk pembangunan MCK.

“Jumlah MCK yang dibangun setiap desa tidak sama, di desa kami sendiri nanti akan membangun 50 unit sarana MCK. Per unit anggarannya Rp 3,5 juta,” ungkap Kepala Desa Rejoagung Imam Supii, kemarin (13/9).

Pihaknya tak menampik bila pembangunan MCK dilakukan karena jumlah warga yang BAB sembarangan masih tinggi.

“Karena itu PID kami usulkan untuk pembangunan MCK, dengan harapan jumlah warga yang belum memiliki MCK bisa berkurang,” lanjutnya.

Untuk diketahui, berdasar data di Kantor Kecamatan Ploso menyebutkan, terdapat 3.053 warga dari 12.279 KK yang masih BAB sembarangan.

Jumlah tersebut tersebar di 13 desa dan beberapa diantaranya berasal dari Desa Rejoagung.

Penduduk yang BAB sembarangan karena tidak memiliki jamban sehingga umumnya mereka menggunakan sungai dan kebun sebagai tempat.

“Sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Harapannya dengan bantuan WC ini warga bisa menerapkan,” pungkas Imam.

Kondisi sama juga terjadi di Kecamatan Kabuh. Meski persentasenya tidak banyak, namun dana PID juga digunakan untuk pembangunan sarana MCK. Total ada empat desa yang menyerap PID untuk MCK.

Diantaranya Desa Sumberingin, Manduro, Marmoyo, dan Desa Karangpakis. Total MCK yang akan dibangun sebanyak 127 unit. Di Kabuh sendiri terdapat 8.019 warga dari 14.303 KK yang masih BAB secara sembarangan.

(jo/mar/bin/JPR)

Source link