Gara-gara Suami Suka Ngelayap – Radar Bromo

SELAIN makin malas bekerja, Tole (nama samaran), 47, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini makin sering kelayapan gak jelas. Akibatnya, uang bulanan untuk keluarga sering habis.  Ini yang membuat Minthul (juga nama samaran), 44, geregetan.

Minthul mengatakan, menikah dengan Tole memang serba sulit dari awal. Pekerjaan Tole sebagai kuli bangunan, tak bisa membuat ekonomi rumah tangga membaik. “Ya, soalnya kan kuli itu gak selalu ada. Jadi kalau ada uang buat makan, kalau gak ada ya hutang,” jelasnya.

Namun, selama menikah lebih dari 20 tahun ini, mereka masih bisa bertahan meskipun gali lubang tutup lubang. Termasuk bisa membesarkan kedua anak mereka dari gaji Tole. Minthul mengatakan, memang tak tinggal diam dan ikut membantu ekonomi keluarga.

Karena itu, sejak awal menikah, ia juga bekerja. Mulai dari buruh cuci, pembantu, mengasuh anak, dan jualan makanan ringan. Semua itu dilakukan agar ada tambahan buat ekonomi keluarga. “Termasuk saat suami gak ada pekerjaan, ya dari saya makannya,” jelasnya.

Dari hasil usaha bersama itu, selama ini mereka sudah mencicipi asam garam kehidupan bersama. Namun, sejak Tole mulai sakit-sakitan, ekonomi keluarga memang makin suram. Untungnya dari berbagai usaha yang digeluti Minthul, kebutuhan hidup bisa teratasi.

Misalnya, usaha warung nasi Minthul, yang lambat laun omzetnya meningkat. Bahkan bisa dibilang selama ini justru dari Minthul, yang paling banyak berkontribusi untuk keluarga.

Minthul mengatakan, usia Tole yang tak muda lagi, membuat suaminya tak kuat kerja berat. Apalagi, Tole punya riwayat kecelakaan motor yang membuat tangan kirinya tak bisa normal.

“Jadi, ya dia kerja kuli tapi yang ringan. Seperti ngecat atau cari rumput. Tapi, karena melihat saya juga sudah bisa menghasilkan, dia malah nggak ngotot cari kerjaan,” jelasnya. Terbukti, sudah hampir 3 tahun ini, Tole menggantungkan hidup dari istrinya.

Sang suami hanya kerja sesekali, seperti mencari rumput. Atau jika ada tetangga yang membutuhkan tenaga perbaikan rumah, ia membantu. Sisanya, Tole malah sering kelayapan gak jelas. Hal ini yang membuat Minthul makin jengkel kepada Tole.

Minthul sendiri sudah berkali-kali mengeluh, bahwa tanggungjawab menafkahi keluarga tetap ada pada suami. Tapi Tole tak menggubris. Sang suami memilih pergi dari rumah. Hal ini jelas membuat Tole makin jarang memberikan uang. Terakhir, Minthul geram, lantaran Tole sudah hampir 2 bulan tak pulang.

“Saya ngamuk waktu dia pulang. Langsung saya usir, biar gak usah pulang sekalian,” jelasnya. Tak menunggu lama, Minthulpun memilih menggugat cerai suaminya.

Source link