Gelar UAS Berbasis Komputer – Radar Kudus

Waka Kurikulum Farid Hermawan mengatakan, sebenarnya UAS menggunakan komputer ingin diterapkan pada seluruh siswa. Namun keterbatasan unit komputer, sehingga hanya diterapkan untuk siswa kelas XII.

”Ujian mulai Senin (4/12) hingga hari ini (kemarin, Red). Kemudian, ada 15 mapel (mata pelajaran), termasuk lintas minat,” terangnya.

Sebelum mengerjakan, siswa memasukkan token layaknya saat UNBK. Bedanya, token UAS ini bisa digunakan sehari penuh. Sedangkan UNBK setiap 15 menit berubah.

Dia menjelaskan, ke depan segala macam bentuk ujian di sekolah menggunakan handphone. Sehingga seluruh siswa bisa dan mudah mengakses. Hal tersebut sudah diuji coba saat ujian mid semester dan berhasil.

Sementara itu, pengoreksian jawaban siswa juga komputerisasi. Tinggal klik proses penilaian dan langsung otomastis keluar nilai. UAS rasa UNBK ini, baru kali pertama diterapkan. Ke depan akan digunakan terus.

”Soalnya tetap acak satu siswa dengan lainnya. Kebetulan saya yang memasukkan data ke dalam aplikasi. Hanya butuh waktu satu minggu untuk memasukkan. Ini sangat praktis dan hemat kertas,” jelasnya.

Pelaksanaannya menggunakan enam ruang. Masing-masing ruang berisi 40 unit komputer dan dibagi menjadi dua shift. Tapi pengerjaannya empat kali, karena satu hari ada dua mapel dan satu shift ada jeda istirahat untuk mengerjakan.

”Kalau total seluruhnya mulai pukul 07.30 sampai pukul 16.00. Hingga selesai berjalan lancar. Kami juga memberikan surat pemberitahuan ke PLN supaya tak ada pemadaman listrik, karena kami tak menggunakan genset,” imbuhnya. 

(ks/san/lin/top/JPR)