Genangan Tinggi, KA Berhenti di Bangil – Radar Jember

“Hingga kemarin sore ketinggian air sudah 60 cm, dua hari sebelumnya 104 cm,” kata Lukman Arif, manajer Humas PT KAI Daerah Operasional IX Jember. Menurut dia, setiap hari, ada tujuh perjalanan KA jarak menengah dan jarak jauh dari Daops IX Jember.

 Untuk KA jarak menengah seperti Mutiara Timur siang malam, atau Probowongi relasi Banyuwangi-Surabaya, perjalanan berakhir di Stasiun Bangil. “Setelah itu penumpang naik bus yang disediakan menuju Surabaya,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Lukman, kereta api jarak jauh, seperti Sri Tanjung relasi Banyuwangi – Jakarta, KA Logawa relasi Jember-Purwokerto, KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon, perjalanannya memutar lewat Malang, Blitar, Kertosono, lanjut ke Madiun. “Itu  sudah berlangsung sejak Selasa lalu,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa perjalanan yang  tertunda hanya dari jalur Bangil ke Surabaya. Pihaknya sudah melakukan upaya dengan meninggikan tubuh badan rel. Sehingga ketika genangan semakin berkurang hingga mencapai 10 cm, maka kereta sudah lewat dengan kecepatan terbatas. “Dari 60 cm turun menjadi 10 cm sudah bisa lewat dengan kecepatan terbatas,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir terjadi di kilometer  32+800 sampai dengan  33+100. Ada  sembilan perjalanan kereta api yang terganggu. Yakni KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi-Jogjakarta, KA Probowangi, Mutiara Timur Premium, dan Mutiara Timur Malam relasi Banyuwangi-Surabaya yang tertahan di stasiun Bangil. 

Selain itu, juga  KA tertahan di Stasiun Sidoarjo dalam perjalanan meliputi KA Sri Tanjung relasi Jogjakarta-Banyuwangi, KA Logawa relasi Purwokerto – Jember, KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember, KA Mutiara Timur Premium dan Mutiara Timur Malam relasi Surabaya-Banyuwangi tertahan di Stasiun Sidoarjo.

(jr/gus/das/JPR)

Source link