Gugatan Sunardi Ditolak Hakim – Radar Banyuwangi

SITUBONDO – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Situbondo tidak bisa menerima gugatan perdata Sunardi terkait dengan Pergantian Antar Waktu (PAW) dirinya sebagai anggota DPRD. Dalam sidang putusan kemarin (23/10), hakim menolak gugatan yang ditujukan kepada sejumlah pihak itu.

Ada tujuh tergugat dalam kasus tersebut. Yaitu, Yaitu DPP dan DPW Partai Demokrat selaku tergugat pertama dan kedua, DPC Demokrat sebagai tergugat ketiga. Tergugat keempat adalah Bashori Shanhaji, ketua DPRD Situbondo.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo tergugat kelima. Sedangkan tergugat keenam adalah Bupati Situbondo. Gubernur Jawa Timur sebagai tergugat ketujuh.

Kuasa Hukum DPC Demokrat, Khairul Anwar menerangkan, sejak awal pihaknya sudah memprediksi kalau gugat itu akan ditolak hakim. Sebab, tidak ada landasan hukum yang kuat yang menjadi dasar hakim mengabulkan gugatan.

Pria yang akrab disapa Aan itu menjelaskan, ada beberapa alasan hakim tidak bisa menerima gugatan. Diantaranya, kasus pemberhentian Sunardi sebagai anggota DPRD oleh partai adalah sengketa partai. “Jadi seharusnya diselesaikan dulu di internal partai,” katanya.

Tetapi dalam kenyataannya, penggugat tidak pernah melayangkan keberatan kepada partai. Semestinya, diselesaikan di internal partai melalui mahkamah partai, bukan ke pengadilan. “Gugatan ini dinyatakan prematur karena belum ada keberatan yang ditujukan ke partai,” tambah Aan.

Pada sidang putusan kemarin, hakim hanya menanggapi eksepsi dari DPC Demokrat selaku tergugat ketiga. Hakim merasa tidak perlu menanggapi eksepsi dari enam tergugat yang lain karena gugatan sudah jelas tidak bisa diterima.

Kuasa hukum Sunardi, Dondin Maryasa Adam mengatakan, pihaknya menghargai keputusan hakim. Dia mengatakan, itu adalah keputusan hukum yang harus dihormati oleh semua pihak.

Meski demikian, bukan berarti pihaknya akan menerima begitu saja keputusan tersebut. Dondin menerangkan, tidak menutup kemungkinan kliennya akan menempuh upaya hukum yang lain, seperti Kasasi. “Langkah apa yang akan kita lakukan, kami masih pikir-pikir,” ujarnya.

Dondin mengatakan, pihaknya memiliki waktu 14 hari untuk menentukan sikap. Selama tenggat waktu yang diberikan, pihaknya akan memanfaatkan untuk berkoordinasi dengan klienya. “Tapi sampai sekarang ini saya belum bicara dengan klien saya,” pungkasnya.

Source link