Rupanya, Gunung terbesar di Bali ini tengah mengalami peningkatan gempa tremor menerus yang drastis pada pukul 13.00 wita-14.00 wita. “Bapak-bapak warga sekalian mohon tinggalkan tempat ini,” ujar salah satu petugas pos pantau Rendang. 

Mendengar adanya imbauan ini, tentu masyarakat yang berada di Pos Pantau sontak beranjak meningalkan lokasi. Pun demikian, tak jarang justru ada yang kembali berdatangan untuk mengkonfirmasi adanya imbauan tersebut via HT. 

Dijumpai di Pos Pantau Rendang Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) I Gede Suantika menjelaskan bahwa selama Gunung Agung mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, gempa tremor terjadi terus menerus. Hanya saja kini Gunung Agung mengalami fenomena pertama kali yakni Trenor Overscale (melebihi skala). 

Dikatakan lebih lanjut bahwa kondisi ini menunjukkan Gunung Agung memasuki fase kritis menuju letusan lebih besar.

“Sudah masuki fase yang sangat kritis untuk erupsi yang lebih besar. Seperti material vulkanik cukup besar, baru kali ini mencatat adanya tremor overscale,” jelas Suantika.

Dijelaskan Suantika bahwa gempa overscale adalah gempa dengan amplitudo melebihi 23 milimeter. Dengan kata lain mencapai titik maksimal rekaman seismograf, bahkan bisa lebih sehingga seismograf tidak bisa mencatat amplitudonya. 

“Karena itulah warga sekitar diminta menjauh dari pos pantau untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. 

Suantika menuturkan bahwa gempa Overscale  yang terjadi secara terus-menerus tertangkap oleh seismograf di 11 titik yang terpasang di sekitar Gunung Agung. Hanya saja amplitudonya tinggi yakni mencapai 23 atau lebih. “Kita antisipasi hal-hal buruk,” katanya. 

Sementara, salah seoarang warga, Wayan Suparta yang dijumpai di pos pantau rendang mengatakan bahwa pihaknya sengaja datang untuk sekadar melihat kondisi Gunung Agung dati Pos Pantau. Untuk kabar meningkatnya aktivitas Gunung dengan adanya tremor overscale pihaknya mengaku belum tau. “Iya belum tahu, karena anak nangis mau liat gunung,” tandasnya. 

(bx/gus /yes/JPR)

Source link