Hadapi Tahun Politik, Siapkan Kamar Jiwa – Radar Banyuwangi

BANYUWANGI – Agenda besar politik di tahun 2018 dan 2019 mendatang mendapat perhatian serius dari semua pihak. Tidak terkecuali, tahun politik juga disambut antusias petugas medis di Banyuwangi. Menyadari potensi munculnya masalah kesehatan seperti depresi hingga gangguan jiwa di momen politik tersebut, langkah antisipasi sejak dini mulai dipersiapkan.

Khalid, Kepala Puskesmas Licin
(JAWAPOS.COM)

Seperti kesiapan Poli Gangguan Kejiwaan Puskesmas Licin dalam memberikan layanan kesehatan untuk penderita gangguan jiwa. Tidak hanya kontestan hajatan politik yang menjadi target pemberian layanan. Lebih luas lagi, ”rumah sakit jiwa mini” ini juga memberikan layanan untuk pendukung dalam pesta demokrasi tersebut. ”Dari kasus yang kami pelajari, tidak hanya peserta demokrasi aktif seperti calon anggota legislatif (caleg) yang rentan depresi. Tetapi para pendukungnya juga bisa terkena,” ujar Kepala Puskesmas Licin Khalid.

Untuk mempersiapkan layanan di poli kejiwaan di Puskesmas Licin tersebut. Renovasi beberapa kamar untuk pasien pun sudah dilakukan. Sejauh ini di poli tersebut tersedia 15 tempat tidur untuk pasien. Rinciannya sepuluh untuk pasien pria dan sisanya untuk perempuan.

Sedangkan untuk pendukung pengobatan sendiri, Puskesmas Licin juga dibekali dengan tenaga terlatih. Di antaranya dua orang dokter, dua psikolog, dan lima orang perawat. Dengan sokongan tersebut, Khalid yakin saat momen politik tahun ini dan tahun depan kesiapan layanan untuk penderita depresi di momen tersebut sudah bisa digunakan maksimal. ”Saat ini sendiri layanan sudah berjalan normal tidak ada masalah. Cuma ada sedikit renovasi khususnya di ruang isolasi pasien,” bebernya.

Hanya saja dibandingkan event politik sebelumnya, Khalid mewanti-wanti untuk memberikan layanan kejiwaan lebih luas lagi dalam peserta hajatan politik mendatang. Tidak hanya peserta aktif seperti caleg tetapi juga barisan pendukungnya.

Ini disebabkan tingginya harapan dan ekspektasi yang tidak kesampaian membuat barisan pendukung peserta politik ini masuk dalam daftar pasien potensial penderita depresi hingga gangguan kejiwaan. (nic/bay/c1)

(bw/nic/ics/JPR)

Source link