Harga Broiler Melonjak hingga Rp 75 Ribu – Radar Surabaya

“Satu kilogramnya bisa Rp 35 ribu. Kalau sudah begini, kami kesulitan berjualan. Makanya, kami memilih tutup,” kata pedagang ayam, Imam Buchori, Selasa (16/1).

Pria yang akrab disapa Imam ini mengatakan, kenaikan harga ayam ini mulai terjadi sejak awal tahun 2018. Bahkan, hingga saat ini harga ayam belum turun. Hal tersebut diduga karena langkanya pasokan daging ayam sehingga memicu kenaikan harga secara signifikan. 

Pedagang ayam di Pasar Sepanjang Taman.
(mus purmadani/radar sidoarjo)

“Kalau kondisi normal harga ayam hanya mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogramnya. Sekarang harga ayam naik menjadi 35 ribu per kilogramnya. Kalau kami nekat berjualan jelas merugi karena banyak pembeli yang batal karena harganya terlalu tinggi. Apalagi daging ayam tidak bisa tahan lama,” katanya.

Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menurunkan harga daging ayam. Sehingga para pedagang ayam bisa kembali berjualan. “Jika kondisi normal, para pedagang ayam di sini bisa berjualan daging ayam hingga 7,5 ton per harinya,” jelasnya.

Kendati demikian, tidak semua pedagang ayam menutup lapaknya. Masih ada beberapa pedagang yang tampak berjualan di saat harga ayam melonjak tinggi. “Kalau nggak jualan, anak saya mau makan apa,” ujar pedagang lainnya.

Meskipun harga daging ayam masih mahal, Maimunah, salah satu pembeli, hanya bisa pasrah. Dia harus rela membeli daging ayam dengan harga Rp 45 ribu. Bahkan, ada yang mencapai Rp 75 ribu untuk ayam berukuran besar. “Ya, mau bagaimana lagi? Wong sudah jadi kebutuhan buat hajatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sidoarjo Handajani mengatakan, naiknya harga daging ayam ini disebabkan kelangkaan pasokan ke pasar-pasar. Ini karena banyak ayam broiler yang mati.  “Kematian ayam broiler mencapai 80 persen karena serangan penyakit coccidiocis, IBH (inclution bodies hepatitis), virus yang belum ada vaksinnya, serta IBD (infectious bursal diseases),” katanya.

Penyakit menyerang ayam broiler menjelang panen, yaitu antara umur 22-28 hari. “Penyakit ini menyerang serentak secara nasional,” tambahnya.

Handajani mengatakan, Direktorat Kesehatan Hewan sudah  turun untuk meninjau langsung pusat peternakan ayam di Kabupaten Blitar. “Salah satu solusi adalah para pedagang diharapkan mencari ayam kampung, bebek, burung dara, dan sebagainya. Sebagai altetnatif kelangkaan pasokan ayam,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/rek/rek/JPR)