Menurut Yuni, anggaran untuk persiapan tahun ajaran baru sudah direncanakan sejak awal. Pembelian seragam baru atau keperluan sekolah lainnya, dianggap sebagai hadiah agar anaknya semakin semangat belajar.

Salah satu penjual seragam sekolah di Lamongan, Gianto, menuturkan, tren penjualan seragam meningkat sejak pasca hari raya idul fitri. Orang tua mulai mempersiapkan kebutuhan sekolah mulai dari seragam hingga tas.

‘’Setiap tahunnya penjualan selalu meningkat,” tuturnya. Harga baju seragam saat ini naik. Menurut dia, kenaikan harga itu bukan hanya dipengaruhi permintaan pasar. Namun, bahan baku kain dan biaya produksi terus naik.

Gianto mencontohkan atasan putih panjang. Jika beberapa waktu lalu harganya Rp 60 ribu per baju, maka sekarang menjadi Rp 63 ribu per baju. Selama liburan, Gianto mengklaim penjualan setiap harinya lebih dari 80 pasang. Setiap orang minimal membeli dua pasang.

(bj/jar/rka/yan/bet/JPR)

Source link