Harga tempe mulai turun – Radar Surabaya

Budi Hartono, pengusaha tempe rumahan, mengatakan, turunnya harga kedelai menjadi 6.900 per kg sejak dua pekan lalu ternyata tak membuat keuntungannya bertambah. Sebab, harga tempe di pasaran masih belum naik. 

Permintaan pasar yang tinggi menjadikan pengusaha tempe harus memutar otak untuk mencari cara agar tetap dapat memenuhi permintaan konsumen. Budi mengatakan, banyaknya permintaan tempe menuntutnya untuk mempekerjakan empat karyawan agar usahanya tetap berjalan.  

Ia pun memiliki strategi sendiri agar para pelanggannya tetap setia dengan tempenya apabila harga kedelai naik. Yakni memperkecil ukuran tempenya dibandingkan dengan ukuran biasa. “Kalau dinaikkan harganya, takutnya pelanggan gak ke sini lagi. Untungnya, meskipun ukuran tempenya sedikit lebih kecil, pelanggan bisa memaklumi,” jelas Budi kepada Radar Sidoarjo, Selasa (14/11/2017).

 Budi mengaku mengutamakan kepuasan pelanggan dan kesejahteraan karyawan yang notabene tetangganya sendiri. “Gak apa-apa, yang penting pelanggan saya gak kabur, meskipun ukuran tempenya lebih kecil,” imbuhnya. 

Budi berharap harga kedelai tidak lagi melonjak hingga 12.000 per kilogram. (Pratiwi Dwi Cahyanti/rek)

(sb/rek/rek/JPR)