Hari Aksara Internasional, Gelar Pameran Pendidikan – Radar Kudus

 KUDUS – Pameran produk pendidikan di Desa Padurenan, Gebog, digelar dalam rangka peringatan ke-52 Hari Aksara Internasional. Kegiatan tersebut diikuti 28 stan yang dilaksanakan selama dua hari, yakni kemarin (1/12) dan hari ini (2/12).

Acara tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo, dan dihadiri Kabid PAUD dan Dikmas Moch. Soleh serta Kabid Dikdas Suharto.

Pameran tersebut mengangkat tema Membangun Budaya Literasi di Era Digital, dan beragam produk yang disuguhkan. Di antaranya, konveksi, bordir, handicraf, kuliner, dan lainnya.

Joko mengatakan, Desa Padurenan menjadi sasaran lokasi pameran karena termasuk desa vokasi. Terkenal centra konveksi dan wilayah pasarannya sampai nasional. Selain itu, pengusaha rata-rata sudah melek teknologi.

”Sesuai dengan tema, diharapkan masyarakat Desa Padurenan tidak ada anak yang putus sekolah. Ada lembaga pendidikan nonformal disarankan, anak usia sekolah yang tidak mau sekolah formal diarahkan ke lembaga tersebut,” jelasnya.

Saat membuka acara, Joko bersama Kepala Desa Padurenan Zaenal Abidin melihat produk yang ada di stan. Mereka melihat kaligrafi dan kopi karya dari para siswa pusat kelompok belajar masyarakat (PKBM) Sejati.

Kemudian, dilanjutkan tinjauannya dan berhenti di stan konveksi seragam sekolah Lidya Jaya. Zaenal menjelaskan kepada Joko kalau konveksi yang berasal dari desanya, pemasarannya sampai nasional. Di antaranya, Sumatera, Kalimantan, dan lainnya.

”Sehari mampu memproduksi 1.000 item. Ini menjadi kebanggaan desa kami yang mampu mengangkat produk Kudus. Namun kendalanya masih banyak yang dipasarkan orang lain, yang menggunakan merek Desa Padurenan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pameran tersebut tidak hanya dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) tapi juga dari forum PKBM, lembaga kursus dan pelatihan (LKP), forum taman bacaan masyarakat (TBM), forum desa vokasi dan Koperasi Padurenan Jaya.

Zaenal juga mengharapkan, masyarakatnya melek aksara dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informatika, supaya bisa berinovasi sehingga mampu bersaing dan tidak tertinggal.

(ks/san/lil/don/aji/JPR)