Hasil Tangkapan Ikan di Pasuruan – Radar Bromo

BAWA KE DARAT: Nelayan Lekok membawa hasil tangkapan usai melaut beberapa waktu lalu. Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mencatat, hasil tangkapan ikan tembus 11 ribu ton.
(Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL – Banyaknya nelayan yang beralih ke alat tangkap ramah lingkungan, ternyata tak ikut membuat tangkapan jadi menurun. Buktinya, jumlah tangkapan ikan di Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan.

Dari data Dinas Perikanan sampai kuartal ketiga lalu, jumlah tangkapan ikan sudah mencapai 11.896,2 ton atau mencapai Rp 219,75 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dari data jumlah tangkapan di akhir 2016 lalu. Tahun lalu jumlah total tangkapan hanya mencapai 9206,1 Ton.

“Secara total penangkapan ikan di September tahun 2017 sudah melampaui target. Tercatat sampai kuartal ketiga sudah mencapai 11.896,2 ton,” ungkap Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan.

Jumlah ini, dikatakan jauh melebihi target penangkapan ikan yang sebesar 8.289,56 ton. Dari hasil penangkapan sementara, dipastikan akan lebih tinggi lagi sampai akhir tahun. Namun, Dinas Perikanan masih menghitung total produksi dan diprediksi baru Februari angkanya bisa keluar untuk jumlah total sepanjang tahun 2017.

Dari jumlah 11.896,2 ton secara perhitungan jumlah materi mencapai Rp 219,75 miliar. Alamsyah menambahkan, jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan stagnan di jumlah 8.500 nelayan. Dengan makin tingginya total produksi penangkapan ikan. Dipastikan hasil yang diperolah nelayan perseorangannya juga lebih meningkat.

“Karena jumlah nelayan cenderung stagnan, dipastikan makin tingginya tangkapan ikan membuat mereka makin meningkat secara ekonomi,” jelasnya.

Alamsyah menjelaskan, tingginya jumlah tangkapan ikan ini lantaran pemerintah melarang adanya alat tangkap terlarang. Sehingga, kapal-kapal besar di perairan dalam tidak mengambil semua ikan termasuk ikan-ikan kecil.

Sedangkan nelayan di Kabupaten Pasuruan mayoritas adalah nelayan tradisional yang melaut di area perairan luar. “Karena kapal besar sudah beralih ke alat tangkap ramah lingkungan, nelayan-nelayan yang di pesisir merasakan dampaknya. Tangkapan ikan jadi lebih banyak tahun ini,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Source link